“Ada apa, Lan?” tanya Iza ketika melihat Kelana diam saja di pantry, bahkan ini jam makan siang, Kelana membawa bekal namun tak dimakan, ia malah melamun di pantry. Iza juga beli makanan di luar dan memilih makan bersama sahabatnya, namun melihat Kelana diam saja, Iza pun duduk dihadapannya. Iza berdeham, membuat lamunan Kelana buyar seketika, Kelana mengelus leher belakangnya dan tersenyum. “Iz? Kamu gak makan siang?” “Aku pesan makanan di luar,” jawab Iza. “Kita kan nyaris gak pernah makan bareng.” “Kamu tumben mau makan bersamaku terus, kemarin kan udah.” “Hehe. Gak masalah kan?” “Iya iya.” Kelana mengangguk. “Ayo makan,” ajak Iza lalu membuka kotak makannya. “Aku pesan ayam yang banyak dan ini buat kamu separuh.” Iza memindahkan separuh lauknya di kotak bekal Kelana. Membuat Kela

