Part 16. Tidak Bisa Dibantah

1033 คำ

Sedari tadi Kak Theo tersenyum lebar sampai aku takut bibirnya robek. Belum lagi dia semakin protekif. Bayangkan, ke kamar mandi saja aku ditemaninya. Takut tergelincir dan membahayakan si debay katanya. "Udah deh kak senyum-senyumnya. Pergi ke kantor sana." "Untuk hari ini aku gak mau ke kantor, bee. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian." "Nanti kan bisa setelah pulang kantor." "Gak bisa, bee." "Ckck. Pokoknya harus pergi ke kantor sekarang juga! Kalau gak, Queen ngambek nih." ancamku. "Oke. Aku akan pergi asal kamu ikut, bee." Seketika aku mencibir. "Dih, ogah banget. Gak ada istilahnya seorang Queen memijak tempat yang sama setelah di usir." Seketika raut wajahnya berubah menjadi sedih, bahkan matanya sampai berkaca-kaca. Tak lama setelah itu, dia berlutut di depanku. "

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม