Epilog.

2163 คำ

Akhirnya Missha keluar dari rumah sakit itu, berjalan dengan sedikit memaksa untuk menuju tempat yang cukup jauh dengan cuaca yang tak terkendali ia berjalan hampir terseok di pinggir jalan. Ia menangis dalam hati. Bahkan untuk menangis dengan suara saja ia tidak bisa, terlalu sakit hati ini sehingga tidak bisa mengeluarkan tenaga lagi. Dan ia masih harus menyimpan semua ini untuk kekesalannya. Ia menutup badannya sendiri dengan mantelnya yang cukup panjang ke bawah, tapi itu tidak berhasil. Dingin menusuk kulitnya, mantel yang ia pakai hanya bisa mengontrol dingin yang tidak seberapa. Masalahnya, saat ini suhu di Roma malah menjadi turun lagi menjadi -2°C, padahal sekitar empat jam yang lalu masih 4°C, mungkin ini semua karena hari yang sudah menggelap gulita, tapi dingin itu tidak

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม