"Kangen," Rizkan berucap dengan suaranya yang dibuat manja lantas segera membawa Geulis ke dalam pelukannya. Geulis terkekeh pelan. Tubuhnya hampir jatuh karena gerakan Rizkan yang begitu cepat, tetapi ia tetap mengulurkan kedua tangannya untuk membalas pelukan pria itu. Dan sejujurnya, ia juga merasakan hal yang sama. Ia sangat merindukan prianya ini setelah hampir satu bulan lamanya mereka tak bertatap muka secara langsung. Bahkan, untuk saling bertukar kabar lewat pesan pun rasanya susah karena kesibukan Rizkan yang menyita hampir seluruh waktu pria itu. "Astaga! Aku bener-bener kangen banget sama kamu, Geulis," Rizkan mengecup rambut Geulis berulang kali lantas menghirup dalam-dalam aroma gadisnya ini. "Aku juga. Kamu sombong banget selama sebulan ini," gerutu Geulis yang kini suda

