Pagi Indah

1189 คำ

Sakha tersenyum sekilas menatap Ines yang kini duduk terdiam di sampingnya sambil menatap lurus ke depan entah sedang memikirkan apa. Namun semburat merah di kedua pipinya membuat Sakha bisa menebak jika Ines pasti juga sedang memutar ulang kejadian semalam sama seperti ia saat ini. Meski pada akhirnya Ines lagi- lagi mencoba untuk menolak perasaannya, namun kali ini Sakha sudah merasa cukup senang karena Ines membalas ciumannya meski hanya beberapa detik saja. Dan untuk saat ini, itu udah cukup. Ponsel Sakha berdering dan dari layar persegi kecil yang ada di hadapan mereka saat ini, muncul deretan nomor yang tidak Sakha kenali saat ini. “ Kenapa nggak dijawab?” tanya Ines karena Sakha sama sekali tidak menggubrisnya. “ Aku nggak kenal nomornya.” “ Tapi siapa tahu aja penting. Udah dua

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม