4. Masih seperti yang dulu

1529 คำ
Dilo udah pulang... ini kesempatan gue-Gita Gita berhenti mendrible bola basketnya saat melihat Danola keluar dari rumah. Dia tersenyum tipis lalu melempar bola ditangannya ke arah Danola. Hap! Danola menangkap dengan sigap. "Nggak kuliah, lo, Git?" tanya Danola yang sudah rapi dengan kemeja biru muda. "Ntar, siang," jawab Gita lalu menyeka keringatnya, "Lo kenapa? Kok kayak nggak semangat gitu?" "Hem? Masa? Biasa aja kok, hee." Danola tersenyum manis. Selalu... "KAK DANOLAAAAAAA!" suara cempreng itu membuat Gita melengos sebal. Alodia, gadis yang selalu tampil dengan rambut dikucir dua itu berlari kecil ke arah mereka. "Woi, cebol! Suara lo!" sembur Gita galak. Yang disembur malah pura-pura nggak dengar. Ah, anak ini... "Kak Danola, kucing Alodia dari kemaren muntah-muntah, bulunya pada rontok terus selera makannya menurun. Kenapa ya, kak? Duuuh, tolongin si Gita dong kak!" kata Alodia manja. Eh? Tolongin si Gita??? "Eh, bentar!" Gita mengangkat kedua tangannya. "Maksud lo, tolongin si Gita?" "Hiikikiki, nama kucing Alodia itu Gita wkkwkwkwk!" ............ ............ "Hfufufu," Danola tampak menahan tawanya. "Lo yang bener aja deh cebol?!!!" kata Gita galak sambil bertolak pinggang. "Iya, suer namanya itu Gita! Artinya Gigi tajam! Kucing Alodia itu giginya tajam loh Kagit!" kata Alodia sambil mengedip lucu. "Nama lain kek! Kenapa harus pake nama yang sama kayak nama gue?!!" Gita mengendus-endus sebal. Rasanya dia ingin mencekik leher cewek cebol di depannya ini. "Kagit jangan marah dong! Kucing Alodia itu imut loh, yaaaa... emang sih galak, sama kayak Kagit hikhihiki." "Liat aja! Gue akan potong tuh kucing kalo sampe lewat di depan mata gue!" "HAH?" Alodia memekik kaget. "Oh, oke kayaknya terlalu ekstrim! Gimana kalo gue cukurin aja bulunya sampe habis?" ancam Gita sambil ngangkat alisnya sebelah. Devil face. Alodia mangap ketakutan. "Kagit jangan dooong! Itu kucing mahal, hadiah dari Cina!" kata Alodia dengan bibir monyong. "Ganti dulu namanya!" "Hmmm..." Alodia manyun. "Kalo nggak liat aja besok." Danola terkekeh melihat pertengkaran kecil di hadapannya. Pemandangan yang sudah biasa~ "Kak Danola tolongin Alodia..." Alodia menggamit lengan Danola dan dia bergelayut manja disana. Gita menatap sebal. "CEBOL LO GENIT AMAT SIH?" "Huh? Biarrriiin weeeek." Alodia nggak perduli dan malah seandainya boleh, dia akan memeluk cowok pujaannya ini dengan senang hati. "Udah udah udah. Jangan berantem. Kakak pergi dulu, ya Alodia?" Danola menarik lengannya dari tangan Alodia. Alodia mengangguk manis. "Gue cabut, Git." Kata Danola lalu masuk ke dalam mobilnya. 2 Menit setelah Danola pergi... "Kagit suka ya sama Kak Danola?" PRANG! Gita menoleh kaku. Bagaimana si bocah kecil ini bisa tauuuuu? "Sok tau lo!" elak Gita. "Kalo nggak suka, jangan deketin kak Danola. Tapi, kalo suka...Alodia nggak takut kalo lawannya cewek kayak Kagit!" katanya lalu kabur sebelum Gita mencekik atau melemparnya dengan pot bunga. "Maksudnya cewek kayak gue apaaaaaa? Alodia cebol! Lo bakal mangap ngences-ngences liat bersatunya cinta gue dan Danola!" kata Gita menggebu-gebu. Dilo mengerutkan kening sesaat setelah membuka jendela kamarnya. Di jendela seberang, seseorang menatapnya dengan tatapan horror. Lupin, cewek itu tampak tidak bersahabat. "Danola mana?" tanya cewek itu dengan jutek. "...," "Danola mana?" tanya cewek itu lagi. "Di bawah," jawab Dilo singkat. "Harusnya, Danola tetap dikamar ini," kata Lupin memicing sebal. "Dari dulu sampe sekarang, ini kamar gue." "....." "Liat apa?" tanya Dilo saat menangkap basah mata cewek itu melihat dadanya yang t*******g. "Huh?" Cewek itu tampak salah tingkah. Dilo terkekeh kecil. Merasa lucu. Dilo meregangkan otot-otot tangannya. Dia melirik Lupin dengan ujung matanya. "Jangan-jangan...lo marah Danola pindah karna lo nggak bisa liat dia... t*******g lagi, ya?" ......... Dilo nggak tau apa yang diomonginnya! Wajah cewek itu merah sekarang. Tangannya mencengkram sisi jendela dengan mata melotot. "APA LO BILANG?" Meledak deh. "Heeemm?" Dilo menaikkan alisnya disertai dengan senyuman sok manis. "APAAA LO BILAAAAAAAANG? LO PIKIR GUE CEWEK APAAAAN?" BLAM! "Berisik!" kata Dilo setelah menutup jendela kamarnya. Nggak berapa lama kemudian, dia tertawa sendiri mengingat ekspresi Lupin yang mengamuk tadi. Bahkan sampe sekarang, dia masih mendengar rentetan makian dari Lupin di seberang sana. LUPIN POV "BUKA WOI! ENAK AJA LO NGATAIN GUE KAYAK GITU! PENGECUT! SINI KALO BERANI!" teriak gue sebal. Aaaaaaargh, kok dia tau sih kalo gue emang sebal nggak bisa liat Danola lagi? Tapi, bukan pas lagi t*******g. Gue nggak pernah liat Danola t*******g. Paling juga nggak pake baju doang. Halah. Tapi, kenapa si cowok songong itu harus memperjelasnya sih? Dilo berhenti ngakak saat Danola masuk ke kamarnya dengan kening mengerut. "Lo kenapa?" tanya sepupunya itu heran. "Haha, itu... cewek gila itu, bikin gue sakit perut aja wkwkkwkw," kata Dilo sambil memegangi perutnya. "BUKA WOI! CABUT KATA-KATA LO TADI! DASAR COWOK SONGONG!" "Si Lupin kenapa?" tanya Danola ke Dilo yang kembali ngakak. "Wwkwkkw, tanya aja sendiri." "Lo apain dia?" tanya Danola lagi. "GUE ITU NGGAK PERNAH LIAT DANOLA t*******g! DILO CABUT NGGAK KATA-KATA LO!" teriak Lupin sambil menggedor-gedor jendela. "Lo ngomong apaan ama dia?" tanya Danola curiga. "HAHAHAHA." Yang ditanya malah nggak berhenti ngakak. Danola menggeleng-geleng lalu membuka jendela itu lebar-lebar. Tapi, tiba-tiba.... BYURRRRR .... Sedetik setelah jendela terbuka, Lupin menyiram mereka dengan air segayung. ..... Dilo yang berdiri tepat disebelah Danola bungkam. Muka dan bajunya basah sekarang. Begitu juga dengan Danola. Mereka bersamaan melihat Lupin yang mangap kaget. "Selamat tidur," kata Lupin lalu menutup jendela kamarnya. ...... "Gue nggak tau kalo ada Danola juga, hiks!" GITA VS ALODIA Tips mendekati cowok yang disukai! 1. Berani menatap matanya! Gita berdiri di depan cermin lalu berkedip-kedip lucu. "Danola, tatap mata saya tatap mata saya!" katanya horror. Menurut buku yang dia baca, cinta itu datang dari mata lalu turun ke hati*eakk Gita nggak main-main. Sebagai gadis normal, dia harus punya taktik untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Percobaan pertama, saling tatap menatap. Harus dengan tatapan lembut dan bersahabatan juga penuh cinta. Tapi, sesuatu yang buruk terjadi diluar kuasanya... Danola dan Dilo asik bermain basket dibawah terang bulan. Nggak ada kerjaan dan nonton itu membosankan. Lagipula, mereka berdua udah lama nggak main basket bareng. Tiba-tiba, dari kegelapan -pepohonan- yang ada di halaman sebelah mereka bergerak. Gita muncul dengan tatapan...horor. "Dan?" panggil cewek itu lembut. "???" "Kenapa tuh cewek?" tanya Dilo bingung. "Nggak tau. Ada apa, Git?" tanya Danola setelah cewek itu berdiri tepat dihadapannya dengan mata melotot. "Tatap mata gue...," kata cewek itu horor. Dilo mundur perlahan. Wajahnya tampak panik. "Kayaknya... dia kesurupan deh. Gue... masuk duluan, ya?" kata Dilo buru-buru kabur. "Git? Lo... baik-baik aja, kan?" tanya Danola sambil memegang kening Gita. Yang ada cewek itu makin melotot disertai hidung yang kembang kempis. Bikin Danola merinding. "Oke, Dilo benar! Gita kesurupan!" kata Danola ketakutan lalu kabur. ..... "Ah, gue terlalu nervous di depan Danola. s****n, malah dikira kesurupan lagi! Apes deh! Gita pulang dengan langkah gontai. Padahal dia udah berusaha untuk menatap mata Danola dengan penuh cinta. Tapi yang ada malah bikin Danola takut. Oke, besok tips kedua! Salah satu cara untuk membuat cowok jatuh cinta, lakukan kontak... fisik! Alias... menyentuhnya! tips dari majalah yang lagi gue baca. "Lo harus jatuh cinta sama gue, Dilo songong!" Gue mengintip jendela kamar Dilo yang terbuka lebar. Sejak kejadian tadi, gue nggak berani buka jendela. Kayaknya sih mereka berdua marah gitu gara-gara gue siram wkwkkw . Harusnya Dilo doang yang kena, kasian kan Danola ikutan basah. "Oh, gue baru ingat!" tiba-tiba suara itu ngagetin gue. Ah, si songong itu, kenapa selalu terlihat ganteng. "Ingat apa?" "Disini...10 tahun yang lalu...lo bilang sama gue, kalo 10 tahun lagi...lo akan bikin gue jatuh cinta sama lo dan bertekuk lutut di hadapan lo. Benar?" .... "Iya. Terus?" tanya gue mencoba sok sibuk dengan majalah di tangan gue. "Gue akan bertekuk lutut di hadapan lo kalo berhasil." Kata Dilo sambil tersenyum. Senyumnya kali ini terasa beda. "Tapi... dengan cara lo sendiri, bukan dengan ini!" HAP! Dilo merebut majalah di tangan gue. "HAHAHHAHA !" tawanya meledak sesaat setelah membaca bagian dari majalah itu. "Apaan nih? Tips membuat cowok jatuh cinta? Bahahahah!" "Diam deh!" kata gue terlanjur malu. s****n. "Wwkwkwk, lo mau jurus yang mana nih? Wkkwkwkw!" katanya nggak pake hati. Siapapun tolong gue. Siapapun tolong pindahin muka gue kemana aja. "Wkwkwkw...Lupin...lupin...dari dulu sampe sekarang, elo yang tergila-gila sama gue." Katanya lagi. "...," Gue menatap Dilo nggak percaya. Dia benar-benar nggak berubah. 10 tahun...gue pikir dia akan jadi cowok yang dewasa, baik dan yang pasti nggak JAHAT kayak dulu. Tapi, ternyata... "Asal lo tau aja! Gue udah nggak suka lagi sama lo! Dan cerita masa kecil itu, gue nggak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Menyukai orang yang salah!" kata gue lalu menutup jendela dengan kesal. Danola...gue sedih nih. Huhuhu. Dilo termenung di atas kasurnya. Sesekali dia tersenyum ntah karna apa. Dia mengambil selembar foto dari dompetnya. Ada gambar gadis cantik disana. Berlesung pipi dan rambutnya ikal panjang. Tangannya merangkul dan mencium pipi Dilo dengan mesra. "Lo harus pulang besok, Ken...," katanya sambil tersenyum bahagia. Danola memperhatikan itu dari ambang pintu. Kecurigaannya nggak meleset. "Kenny mau ke Indonesia?" tanya Danola. "Hem...," itu dianggap jawaban oleh Danola. "Oh, kalo gitu, boleh gue deketin Lupin?" pertanyaan Danola membuat Dilo menaikkan satu alisnya. "Diam gue anggap iya!" kata Danola lalu pergi. "...," Dilo diam ditempatnya. Bahkan setelah setengah jam berlalu, Dilo masih diam di tempatnya. Sampe akhirnya, dia keluar menuju balkon. Tepat disebelah balkonnya, dia melihat Lupin duduk disana sambil memeluk boneka kelinci putih. Dilo tertegun sesaat. Itukan... Dilo tersenyum tipis lalu kembali ke kamar. "Dari dulu sampe sekarang, nggak ada yang berubah, dasar...cewek bodoh."
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม