TEN| I'm yours “Boleh aku terima perjodohan ini?” “Karna memang begitulah seharusnya." Berry menuruni anak tangga dengan kepala tertunduk, menatap kosong tangga kayu yang dipijaknya, sampai-sampai ia nyaris terjatuh kalau saja seseorang tidak menahan tubuhnya. Berry mendongak dan mendapati Keenan menatapnya dengan kening mengerut. "Lo... kenapa?" tanya Keenan bingung. Berry cepat-cepat mengganti ekspresi wajahnya jadi tersenyum dan ceria kembali, seperti pertama kali masuk ke rumah Keci. "Nggak apa-apa. Lo ngapain disini, kak?" Berry balik bertanya dengan satu alis terangkat. "Nyari toilet?" Keenan sendiri jadi salah tingkah lalu buru-buru berbalik. ★ Di kamar yang hanya diterangi cahaya ponselnya, Keenan masih terjaga sambil sesekali mendesah dan mengumpat kesal. Sekilas, dia jad
ดาวโหลดโดยการสแกนรหัส QR เพื่ออ่านเรื่องราวมากมายฟรี และหนังสือที่ได้รับการอัปเดตทุกวัน


