5

3613 คำ

Kavin memeluk Opanya dengan mata berkaca-kaca. “Opa, makasih,” bisiknya pelan. Opa mengusap punggung Kavin dengan lembut. “Selamat menempuh hidup baru. Ingat apa yang Opa katakan waktu kamu masih kecil?” “Selalu sayangi Aci.” “Selalu sayangi Aci,” ulang Opa lalu menarik tubuhnya dari pelukan Kavin. Kavin mengangguk lalu beralih pada Opanya Sashi. Orang tua itu tersenyum padanya. “Opa percaya, Kavin bisa jadi imam yang baik untuk Sashi. Jadilah suami yang bertanggung jawab untuk Sashi dan anak-anak kalian kelak,” ucapan Opa Sashi membuat Kavin tertegun lama. Ia teringat pada syarat-syarat yang Sashi bilang tempo hari. Ujung bibirnya tertarik ke atas. Begitu banyak orang-orang yang mempercayainya, jadi nggak ada alasan untuk mengecewakan mereka. “Cium dong cium pipinya!” kata Lana waktu

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม