Chapter 14 - Tak Bisa Menghindar Darinya

2146 คำ

Henry tiba di apartemennya kembali pukul delapan malam. Dilepasnya sepatu badminton-nya dan diletakkannya tas raket badminton beserta ransel hitamnya ke atas meja. Dia merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamunya yang empuk lalu beranjak meraih ponselnya. Dihubunginya tunangannya, yang menjawab panggilan masuknya tak sampai sepuluh detik kemudian. “Hai sayang,” sapa Kalula lembut. “Bagaimana harimu? Kok tumben kamu baru meneleponku malam-malam begini?” “Tadi sore habis pulang kantor aku langsung berangkat main badminton sama kolega kerjaku,” jawab Henry. “Aku ‘kan banyak duduk di depan laptop, jadi, ya, hitung-hitung sekalian olahraga. Biar selalu fit, tidak gampang sakit dan …” “Lincah di atas ranjang?” potong Kalula sambil merayu. “Kamu benar, sayang. Lincah di atas ranjang, jadi aku bi

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม