Chapter 11 - Teror Maut Mantan Teman Tidur

2107 คำ

Adrian membaca berkas dokumen yang ada di atas meja kerjanya dengan serius. Dan benar saja, Kaan Demir langsung menyetujui semuanya. Dia juga tidak rewel. Tak ada poin-poin kesepakatan yang dia minta untuk direvisi. Entah dia benar-benar membacanya atau malah fokus dengan kemolekan tubuh Demelza. “Aku berhasil mengambil hatinya, sayang,” ucap Demelza sembari memeluk tubuh Adrian dari belakang. Dia meletakkan dagunya ke atas bahu Adrian dan lanjut bicara, “Jangan lupa mengabari Mister Kaan kalau kamu sudah memeriksa semua berkas dokumennya, ya?” Adrian lalu meminta Demelza untuk duduk di atas pangkuannya. Dilumatnya bibir Demelza selama hampir lima belas detik lamanya. “Thanks, baby,” gumamnya sembari mengusap bibir Demelza yang sedikit basah karena salivanya. “Kalau tidak ada kamu, aku p

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม