"Ini apa, Pak?" tanya Emi kepada Pak Aryo. Tanda tanya besar tersirat di wajahnya. Begitupun dengan Yudhis. Suasana rooftop yang tadinya romatis mendadak berubah melankolis. "Sudah, buka saja dulu dan baca pelan-pelan," sahut Billy. Emi mengeluarkan isi di dalam amplop cokelat itu. Selembar dokumen perjanjian yang sudah usang. Yudhis dan Emi saling pandang. Emi belum membaca isi dokumen itu karena perhatiannya langsung tertuju pada stempel dan tanda tangan di sudut kanan-kiri bagian bawah. Terdapat dua tanda tangan di situ. Dan Emi mengenali salah satunya. Di sudut kanan adalah tanda tangan Pak Rudi Wicaksono berikut stempel resmi perusahaan. "Apa ini? Perjanjian antara Wicaksono Group dan Raharja Group?" Emi mengulangi apa yang baru saja ia baca di sana. Ia menatap sebal pada Billy. Y

