"Kau menderita Kanker darah?” tanya Glen dengan tatapan tak percaya, sementara Akiko hanya mengangguk pelan sembari mengambil kertas yang ada di tangan Glen dan melipatnya dengan begitu santai seolah tak terjadi apapun. “Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?” lanjut Glen. "Untuk apa aku mengatakannya? Lagi pula, kau tidak akan peduli.” Glen langsung menatap tajam ketika mendengar jawaban tersebut. Dia mendorong tubuh kurus Akiko hingga membentur tembok, lalu mencekik lehernya kencang sampai gadis itu meronta-ronta kesakitan. Namun, beberapa saat kemudian gadis itu justru terdiam, lalu menekan tangan Glen agar lebih kencang mencekik lehernya sendiri. Saat ini Akiko benar-benar merasa kematian sudah ada di depan matanya, nafasnya semakin berat, kepalanya pusing, dan tubuhnya membi

