"Mau apa kamu kemari, anak kecil?" Aku berdiri sambil menyilangkan kedua tangan di d**a. Jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini. Marah dan benci melebur menjadi satu. Kalau boleh ingin kuacak-acak perempuan di hadapanku ini. Namun kutahan agar tak menimbulkan masalah baru. Tak lucu jika aku menghajar seorang anak yang masih sekolah. Kalau dia sudah dewasa pasti akan kuhajar dengan tanganku sendiri. "Aku merindukan suami kamu, Mbak Alin," ucapnya tanpa rasa malu. Ya Allah, apa seperti ini anak muda jaman sekarang? Mencintai lelaki yang pantas menjadi kakaknya atau bahkan ayahnya. “Kamu masih kecil,kamu tak pantas mencintai lelaki yang jauh lebih dewasa. Bahkan dia sudah memiliki anak dan istri. Istighfar kamu,Mel.” “Bukankah cinta tidak pernah memandang usia,kasta bahkan stat

