Cemburu?

1515 คำ

"Kenapa bisa begini, Ust?" "Saya tidak tahu pasti siapa yang menjemput Aluna. Karena saya tidak ada saat penjemputan Aluna." Tubuhku luruh di lantai. Tanpa diminta bulit demi bulir jatuh membasahi pipi. "Kamu di mana, Lun?" ucapku lirih. "Ayo bangun dulu, Ma." Ustadzah Hana menuntunku lalu membantu duduk di depan kelas Aluna. "Keluarga mungkin, Ma. Pihak sekolah tak mungkin mengizinkan Aluna pergi jika bukan keluarga yang menjemput. Apa lagi sekolah dalam keadaan sepi." Benar juga perkataan Ustadzah Hana. Siapa lagi yang menjemput Aluna jika bukan Mas Tara. Dia juga tak terlihat saat aku pulang tadi. Mas Tara pasti ingin merebut Aluna dari ku. Lekas aku ambil benda pipih yang ada di dalam tas. Kutekan dua belas digit nomor Mas Tara. Nomornya memang sudah kuhafal di luar kepala.

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม