"Mama!" Kami segera berlari, mama sudah tergelatak di lantai. Beliau tak sadarkan diri. "Ma, bangun, Ma!" Aku mengguncangkan pelan tubuhnya. Namun beliau masih tak sadarkan diri. "Ma ... Mam! " Satriya menepuk pelan pipi mama. Tapi terap saja tidak ada reaksi. "Bawa ke rumah sakit, Sat! Mas Tara tolong siapkan mobil." Mas Tara mengangguk dengan cepat ia berlari ke depan. Tak berapa ia kembali masuk. "Ayo bopong, Sat!" Satriya dan Mas Tara membopong tubuh mama lalu menidurkannya di jok belakang. Dengan cepat Satriya mengangkat kepala mama laku di tidurkan di atas pahanya. "Kamu di rumah saja, Lin. Jaga Aluna." Mas Tara segera masuk ke mobil. Perlahan kendaraan roda empat itu berjalan meninggalkan halaman rumah mama. Ya Allah... Kenapa bisa seperti ini. Harusnya kami tak b

