Menggeleng kala melihat halaman rumah. Daun berserakan, tempat sampah penuh, belum lagi debu yang menempel di kursi. Astaga, ini rumah atau bukan? Baru dua hari kutinggal tapi rumah sudah seperti kapal pecah. Bagaimana dengan isi rumah? Pasti mengerikan. Belum sempat aku membuka,pintu itu sudah ditarik dari dalam. Mas Tara sudah berdiri dengan pakaian kerjanya. “Lho,kamu kok ada di sini,Lin? Aluna siapa yang jaga?” “Aku titipkan kepada Monica sebentar. Aku hanya ingin menukar pakaian kotor ini dengan pakaian bersih.” Kutunjukkan tas berisi pakaian kotor padanya. “Sekalian kamu cuci pakaian kotor yang ada di keranjang,Lin. Sudah menggunung itu.” Menghembuskan napas kasar,ucapan Mas Tara mampu memancing emosi yang sedari tadi kutahan. Bukankah kemarin ia tak ke rumah sakit dengan

