Masuk Rumah Sakit

1505 คำ

"Hak asuh Aluna akan berada di tanganku. Ingat Alin, kamu itu pengangguran. Kamu mau makan apa jika berpisah denganku? Hakim tak akan memberikan hak asuh anak pada orang tua yang tidak bekerja seperti kamu!" Kalimat itu terus saja terngiang di telinga. Semangatku untuk berpisah seakan menguap di udara. Kehilangan hak asuh anak adalah momok paling menakutkan bagi seorang ibu. Begitu juga diriku. Mas Tara memang benar, saat ini aku tak memiliki pekerjaan. Bayangan akan kerja di mana aku juga tidak tahu. "Ma." Aku tersentak lalu menoleh ke samping. Aluna masih menutup mata sambil memanggil namaku berulang kali. Dia mengigau. Kuperiksa suhu tubuhnya. Astaga, suhu tubuhnya 39,7°C. Ya Allah, kenapa suhu tubuhnya masih panas padahal sudah diperiksakan ke dokter. Dengan cepat ku ambil p

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม