"Menuntut Ilmu itu Wajib dan Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu"
"Ilmu yang bermanfaat akan menjaga pemiliknya, sedangkan harta dijaga oleh pemiliknya. Ilmu tidak akan habis maupun berkurang ketika kau membaginya kepada orang lain, sedangkan harta yang banyak? Jika pemiliknya tak berilmu, Lama-lama akan habis tak bersisa."
_______
Banyak orang yang berilmu di dunia ini, akan tetapi tak sedikit dari mereka yang tidak beradab. Bukankah adab sejatinya lebih utama daripada ilmu. Untuk itulah, Ulama - ulama lebih banyak dan lebih lama belajar mengenai adab daripada belajar mengenai ilmu.
Terlebih di era modern saat ini. Paham - paham liberal makin banyak berkembang. Tak sedikit dari mereka mengutamakan ilmu daripada adab. Alhasil, orang - orang itu hanya sebatas mengutarakan ilmu, namun tak bisa sampai pada sasaran. Disebabkan adab mereka dalam menyampaikannya itu buruk atau su'ul adab.
Bicara tentang ilmu, Saat ini aku menimbah ilmu di salah satu Universitas Negeri yang ada di Jakarta, aku melanjutkan S2 ku di sana--aku mengambil jurusan Kimia Fisika, bukan karena otakku begitu encer, bukan! Hanya saja aku memang begitu menyukai jurusan Kimia. Soal kenapa aku mengambil Kimia Fisika, itu karena sedikit banyak aku juga menyukai Fisika. Jadi, tidak ada salahnya aku mengkolaborasikan keduanya.
Apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar kata 'kimia' dan 'fisika'?, ok mungkin kurang lebih seperti ini
"Kimia itu bikin pusing, karena materinya kebanyakan membahas hal yang tidak semua orang mau membahasnya dan kadang beberapa orang mengagakan bahwa kimia itu membahas hal yang kadang nggak penting buat dibahas, seperti ngebahas atomlah yang gak bisa kita liat. Nah kalo fisika, paling orang-orang jawabnya seperti ini, "fisika itu ribet dengan sejuta rumus ribet yang kadang banyak gak dipakai tapi ikut disertakan" dan itu faktor utama orang males belajar fisika. Buat yang ngerasa angkat tangannya tinggi-tinggi boleh? Yaaa anak pintarrr.
Kalau kimia contohnya ni ya, proses bernafas-- yang orang awam tau kalau nafas yaa tinggal tarik nafas terus hembuskan. Berbeda dengan orang sains, khususnya kimia. Bagi kami bernafas itu merupakan proses penyerapan Oksigen dan pelepasan Karbondioksida. Dimana Oksigen itu merupakan unsur diatomik dan keelektronegatifannya lebih besar dibandingkan Hidrogen,, dan,,, Ok kita nggak usah bahas yang terlalu mendetail seperti itu karena felling ku mengatakan kalau kalian tidak akan menyukainya ya kan?
Contoh lainnya yaitu proses pembuatan makanan pada daun, atau yang lebih dikenal dengan kata 'fotosintesis', bagi orang sains ni ya, proses itu melibatkan yang namanya reaksi kimia. Mulai dari glukosa yang dipecah dan disetarakan reaksinya lah dan lain sebagainya.
Yaa kalau orang awam taunya tumbahan tu hidup kalo dikasih pupuk dan disiram dengan baik dan rutin. Yaaa masalah dia makan atau gak yaa mereka mah gak mau ambil pusing dan gak tau apa-apa. Bukan karena mereka bodoh yaaa bukan. Hanya saja menurutku mereka tidak begitu tertarik untuk mengetahui itu.
Kalo fisika? Nah contohnya ni aku ambil dari hal simple tapi ribet kalo ngebahasnya pakai teori fisika, yaitu saat pemain bola mau menendang bola karena penalti. Nah kalo orang-orang kan mungkin bilang seperti ini "cepetan jebolin gawangnya, gak usah kebanyakan gaya entar kalo gak masuk kan malu. Buruannn elahh" mungkin ada pendapat lain? Silahkan angkat tangan, monggo silahkan. Hehe
Tapiii, kalo pakai teori fisika nih ya, kalian harus mikir dulu, kalau kecepatan yang digunakan ketika menendang berapa peluang bolanya masuk bakalan berapa? kalau dengan gaya yang bekerja pada bola sekian dan posisi si penendang harus disudut berapa derajat dari si kiper? Agar bola dapat mendarat di posisi gawang yang tepat, belum lagi faktor adanya pagar betis yang dibuat pemain lawan dan banyak lagi teori yang diikut sertakan. Pusing? Memang! tapiii fisika tak seribet dan semembosankan itu, kalauuu kalian sudah 'kenal' dan 'sayang' sama yang namanya FISIKA maupun KIMIA. Layaknya peribahasa 'tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta dan tak cinta maka ta'aruf'ehh..
So, overall kenali ilmu itu sendiri secara menyeluruh dan,, jangan tidak menyukai orang yang menyampaikan ilmu itu, apalagi membencinya saya sarankan jangan!!! Kenapa? Karena apa yang kamu pelajari dari dia nggak bakalan masuk dan lagi ilmu yang kamu terima nggak berkah. Catet!!
"Heii ukhti, " aku sedikit terkejut ketika seseorang menepuk pundakku membuat lamunanku buyar seketika. Ternyata dia Fatimah, sahabatku sejak kami masih berstatus siswa sekolah menengah dan Alhamdulillah persahabatan kami berlangsung hingga sekarang hubungan kami masih terjalin dengan sangat baik. Kami saling mengingatkan satu sama lain, baik dalam kesabaran maupun dalam kesusahan.
"Hari ini hari pertama masuk kuliah setelah libur semester genap, tapi kenapa sih muka kamu masih nggak fresh gitu? Padahall kan udah liburannnn juga. Coba ada apa cerita dong, " tanya Fatimah panjang lebar lengkap beserta sindirannya. Yaa, dia menyinggung soal liburanku yang sendirian tanpa keluarga juga dia, yang kubalas dengan cengirang kuda.
"aku nggak kenapa-kenapa kok Fa, udah ah jangan bahas liburan deh. Kapan-kapan kita liburan bareng ya, " akhirnya aku memilih untuk mengganti topik pembahasan kami. Membahas apa saja yang yang kiranya menambah wawasan dan ilmu serta kebaikan.
Jujur, aku tak punya banyak teman. Sebab sedari kecil aku tipikal anak yang introver. Lebih suka melakukan banyak hal sendiri. Saat aku mengenal Fatimah, aku merasa bahwa memiliki seorang sahabat bukanlah ide yang buruk.
Dulu, aku pernah mencoba untuk berteman dengan orang - orang di sekitarku saat sekolah dasar. Akan tetapi, sepertinya aku tidak diterima dengan baik. Mungkin karena aku tipikal anak yang pendiam dan lebih sering bermonolog, ketimbang berbaur dengan mereka.
Semenjak itu, aku semakin sulit untuk bersahabat. Bukan karena aku anti-sosial, bukan! Hanya saja, aku tak menemukan orang yang tepat untuk ku sebut sebagai sahabat saat itu. Bisa jadi karena aku terlalu muda untuk mengerti akan kepribadian yang melekat padaku.
"Kapan - kapan, kita liburan bareng yuk! Aku pengen banget ke Turki," ajak Fatimah dengan antusias.
"Boleh. Bagaimana kalau setelah kita selesai dengan studi kita masing - masing?" usulku padanya.
"Kelamaan Nuiii," rengeknya padaku seraya mempoutkan bibirnya. Aku terkekeh pelan.
"Baiklah, pokoknya kita nanti bicarakan lagi waktu yang tepat untuk liburan ke tempat yang bersejarah. Turki kan kental akan sejarah Islam," Fatimah mengangguk antusias. Menyesap minumannya sebentar lalu menambahkan kalimatku mengenai Turki.
"Bener banget Nui! Kita harus ke tempat - tempat yang bersejarah dan menjadi saksi atas kejayaan Islam pada masa itu,"
Kami mulai membahas mengenai sedikit sejarah Islam di Turki sependek pengetahuan kami. Melakukan research tentang tempat - tempat ibadah dan juga tempat - tempat yang kental akan sejarah dan jejak - jejak kejayaan Islam pada masa itu.
______