Anjingnya tertidur di atas pangkuannya. Helena menunduk, memandang bulu tebal anjing kesayangannya. Melihat bagaimana si bulu manis yang menjulurkan lidah seakan baru saja menemukan tulang baru, gadis itu tersenyum lirih. Dia mengirimkan pesan pada Edzard. Dan sejak dua jam lalu, belum ada jawaban. Yang mengejutkan lain adalah Ansell mengirimnya pesan. Berkata bahwa Edzard baru saja berkunjung ke rumahnya. Dan itu membuat Helena cemas bukan main. "Halo?" "Apa yang terjadi?" Ada suara tawa di sana. "Kau sudah bisa menebaknya. Aku tidak punya banyak waktu sekarang. Kalau kau ingin pergi ke rumahnya, silakan. Dia mungkin butuh pelukan." "Tidak ada perkelahian? Atau adu mulut?" "Tidak ada. Yang ada hanya airmata." Oke. Itu cukup. Helena segera meminta maaf dan Ansell menutup sambungan

