Adventurer Part 5 Ghea Sakit

1711 คำ
Perjalan Jogja Surabaya dengan kereta api membutuhkan waktu cukup lama kurang lebih enam jam tiga puluh menit. Saka dan bayu duduk berhadapan dengan Daffa dan Ghea. Ghea masih merasakan sakit perutnya, namun tidak sesakit tadi, kini dia bersandar di Pundak Daffa. Saka dan Bayu tadi secara kompak meminta obat pereda nyeri untuk Ghea pada Pramugari Kereta Api. “Mending kita tidur dulu, masih lama jugakan perjalanan,” Saran Daffa. “Benar apa kata Daffa, sebaiknya kita tidur terlebih dulu.” Tambah Saka. Saka, Daffa, Ghea sama sama memejamkan matanya, berbeda dengan Bayu, dia yang tidak bisa tidur memilih untuk menonton film di ponselnya daripada bingung mau ngapain. ***** Tidak terasa sudah enam jam, pengumuman dari Pramugari Kereta Api membangunkan mereka berempat. Bayu ikut tidur juga setelah rasa kantuk mendera dirinya. Saka, Bayu bersiap dengan ransel mereka dan juga tas milik Ghea, mereka tidak setega itu membiarkan Ghea membawa tasnya disaat perutnya sedang sakit. Setelah keluar dari stasiun, mereka langsung memesan taxi untuk pergi ke penginapan sederhana yang telah di pesan Bayu, awalnya mereka langsung mau ke stasiun namun melihat kondisi Ghea yang seperti ini, sepertinya Ghea perlu istirahat di tempat yang nyaman. Penginapan kecil tidak jauh dari stasiun menjadi pilihan Bayu. “Selamat malam, saya Bayu yang memboking kamar disini,” Bayu menunjukan ponselnya pada penjaga penginapan sebagai tanda bukti telah memboking penginapan di tempat ini. “Dengan Mas Bayu Mahardika ya?.” Tanya penjaga penginapan. “Iya,, ini dengan Pak Dani ya?” tanya Bayu baik. “Benar Mas,” Balas Pak Dani. “Mari Mas, saya antar ke kamar, kamarnya ada di samping sana,” Ajak Pak Dani. Ini hanya penginapan satu lantai, mungkin ada lima belas kamar saling berhadapan di pisahkan taman kecil di tengah tengah. “Nahh, ini kamar kalian, satu sebelah sini, ini kuncinya, ohh ya, yang minta tambahan tempat tidur saya letakkan disini,” Penjaga penginapan memberikan dua kunci kamar pada Bayu dan juga memberi tahu kamar yang ada tambahan tempat tidurnya. Karena menghemat biaya sebelum memesan penginapan Bayu berunding dengan ketiga temannya dan mereka setuju dengan usul Bayu jadi tidak ada komplain di akhir. “Terima kasih Pak Dani,” Ucap Saka dan Daffa bersamaan, “Sama sama Nak, silahkan silahkan masuk, silahkan beristirahat, kalau begitu saya tinggal dulu,” Mereka berempat mengangguk. Setelah kepergian Pak Dani Bayu langsung memberikan satu kunci untuk Ghea. “Kalau ada apa-apa kasih tau kita, selamat istirahat Ghea,” Ucap Bayu, hanya di angguki Ghea. Daffa membantu Ghea masuk kedalam kamarnya, lebih tepatnya membawakan tas milik Ghea. Sementara Saka dan Bayu langsung masuk ke kamar mereka untuk meletakan barang barang mereka. “Gue laper, ada makanan gak ya di depan.” Saka tiba tiba merasa lapar di tengah malam. “Kayaknya ada Pop Mie di depan tadi, mau?.” Tanya Bayu. “Boleh deh, beliin sekalian Ghea dan Daffa. Ehhh tunggu, tremos air panasnya di tas lo ada gak?.” Tanya Saka. “Buat apa lo nyari tremos air panas segala??.” Tanya Bayu keheranan, namun Bayu juga mencarikan tremos air panas yang ada di tasnya. “Nih,,” Bayu memberikan tremos air panasnya pada Saka. “Yukk cabut,” Saka terlebih dulu keluar, namun ternyata Daffa sudah keluar dari kamar Ghea. “Mau kemana?.” Tanya Daffa melihat Saka dan Bayu keluar dari kamar mereka. “Kita mau beli makan, laper, kayaknya di depan ada mie instan, lo mau enggak?.” Tanya Bayu, Daffa hanya mengangguk. “Kita ke depan dulu,.” Pamit Saka. “Iya,, iyaa,,, jangan lama-lama,” Ucap Saka. “Tergantung,” Balas Bayu. Bayu dan Saka membeli empat Pop Mie, dan air hangat untuk Ghea, lebih tepatnya Saka yang membelikan Ghea air panas. Saka ingat sepupunya yang seumuran dengannya jika sedang mendapat tamu bulanan dia sering mengkompres perutnya dengan air hangat untuk meredakan nyerinya, entah inisiatif darimana tiba tiba Saka ingin membelikan air panas untuk Ghea. “Daff, ini air panas buat ngekompres perut Ghea,” Saka telah menuang Sebagian air panas yang ada di tremos pada botol air minum,. “Sama Pop Mienya sekalian lo anter, kita berdua gak seberani itu buat masuk ke kamar cewek apa lagi tengah malam gini,” Sambung Bayu,. “Ok..” Daffa pergi ke kamar Ghea untuk mengantar mie dan air hangat untuk Ghea. Saka dan Bayu langsung menikmati mienya tanpa menunggu Daffa, memang gak setia kawan sama sekali. “Kalian kenapa makan duluan, aku di tinggal, gak setia kawan banget.” Protes Daffa. “Yaudah sini makan, kita juga belum selesai kok makannya,” Ajak Saka. Daffa langsung duduk di samping Saka, mengambil Pop Mienya, tidak lupa mengambil camilan di tasnya, karena gak afdol makan mie tanpa camilan. Bener kan?. “Besok jadwal kapalnya jam berapa?.” Tanya Saka di sela-sela makannya. “Jam setengah satu, jam sebelas kita harus berangkat ke pelabuhan, karena kita kudu check tiket takutnya ada antrean panjang kalau kita mepet yang ada kita enggak bisa masuk ke kapal” Ucap Bayu, Bayu yang mengurus perjalanan, kaya boking tiket Kereta Api, tiket Kapal Laut dan sewa mobil ketika di Papua, Daffa bertugas mengurus makanan dan Saka bertugas mengurus sisanya, memperhatikan rekan-rekannya jangan sampai ada yang menghilang selama di perjalanan, sementara Ghea, memang mereka bertiga tidak memberi tugas pada Ghea. “Emmm,, bener juga, mending kita datang agak awal, biar kita bisa nyantai dikit disana, gak terburu-buru, gak enak juga kalau apa-apa terburu-buru. “Iya juga sih,, sekalian lihat-lihat Pelabuhan sembari menunggu kapalnya bersandar,” Usul Daffa. “Ahhhh,, kenyangnya,,” Saka bersenderan pinggir tempat tidur, setelah kekenyangan makan Mie instan. “Jangan langsung tidur Saka, perutmu akan sakit lagi,” Daffa menegur Saka yang telah memejamkan matanya. “Heemmmm,,” Balas Saka, sembari bangkit dari tempat duduknya membereskan wadah camilan dan wadah Pop Mie miliknya dan milik kedua temannya. Daffa langsung membantu Saka memberesi semuanya, Sentara Bayu, dia masuk kedalam kamar mandi. **** Keadaan Ghea sudah cukup membaik, perutnya tidak sesakit tadi malam, seperti usul Daffa tadi malam untuk berangkat lebih cepat ke Pelabuhan maka setengah sebelas mereka telah check out dari penginapan, memesan taxi untuk mengantar mereka ke Pelabuhan, cukup jauh jika harus berjalan kaki, di tambah kondisi Ghea yang sedang mendapat tamu bulanan, tiga laki laki ini tidak ingin Ghea tidak nyaman. “Gue sama Saka cetak tiket dulu, kalian cari tempat buat nunggu di tempat makan atau dimana gitu,” Perintah Bayu pada Daffa dan Ghea. “Ok,,” Balals Daffa. Saka dan Bayu langsung antre cetak tiket, demi kenyamanan selama di perjalanan, Bayu telah memilih kelas 1A yang satu kamar berisi empat orang, sementara Ghea, Bayu telah memesankan kamar di samping kamar mereka. Di kapal kelas 1A tidak di perkenankan laki laki dan perempuan satu kamar kecuali suami istri atau hubungan keluarga, bisa saja Bayu memesan kelas ekonomi namun saat berunding sebelum Daffa pualng ke Solo, Saka dan Daffa sama sama menolak untuk memesan kelas ekonomi. Daffa merasa tidak ada privasi sama sekali, belum lagi mereka harus tidur dengan banyak orang, akan sangat tidak nyaman bagi Daffa, sementara Saka, dia tidak mau di kapal kelas ekonomi karena keamanan, tidak tau mana yang jujur mana yang suka ngambil, karena banyaknya orang lengah dikit semuanya bisa terjadi. “Ngantuk banget gue,.” Bayu menguap berkali kali, semalam setelah makan mie instan, perutnya malah mulas, beberapa kali Bayu bolak-balik kamar mandi, Saka dan Daffa juga tidak tidur, tidak mungkin mereka tidur di saat Bayu sedang kesakitan. “Lo kira, lo doang yang ngantuk.” Balas Saka, sambil menguap. “Sampe kapal gue langsung mau tidur, ngantuk banget,” Bayu sudah berangan angan ingin tidur setelah sampai di kapal. “Gue juga,” Begitu juga dengan Saka, rasanya ingin sekali Saka memejamkan matanya, namun tidak ada tempat untuk tidur disini. Tiga puluh menit mereka antre cetak tiket akhirnya mereka berdua berhasil mencetak tiket mereka. “Akhirnya bisa nyari tempat duduk juga, ehh tapi dimana Daffa dan Ghea?.” Tanya Bayu, Bayu baru menyadari jika mereka berdua berpisah dengan Daffa dan Ghea. “Gue telfon Daffa,” Saka langsung menghubungi Daffa. “Lo dimana?.” Tanya Saka. “Aku di food court, dari tempat cetak tiket gak juah kok,” Balas Daffa. “Emmmm, gue tanya petugas aja dimana food courtnya,,” Balas Saka. Saka langsung mematikan sambungan telfonnya. Saka dan Bayu langsung pergi ke food court mencari Daffa dan Ghea setelah bertanya pada petugas Pelabuhan. “Tuhh mereka disana,” Bayu menunjuk Daffa dan Ghea yang sedang duduk di kursi menghadap ke laut. Mereka berdua langsung menghampiri Daffa dan Ghea. “Akhirnya bisa duduk juga,” Saka meletakkan ranselnya di samping kursi yang di dudukinya, begitu juga dengan Bayu. “Kalian mau makan apa? aku pesenin, maaf kita udah makan duluan,” Ucap Daffa. “Nasi Rawon kayaknya enak, lo mau makan apa Bay?.” Tanya Saka. “Gue juga,, minumnya es jeruk aja,.” Ucap Bayu. “Gue juga es jeruk Daff,” Imbuh Saka. “Okkk,,” Daffa langsung memesankan makanan untuk Saka dan Bayu. “Ghe, gimana perut lo, udah enakan belum?.” Tanya Saka. “Lumayan, enggak sesakit tadi malam, thanks air hangatnya, gue aja sampe gak kepikiran buat ngompres perut gue pake air hangat.” Balas Ghea. “Syukur deh kalau lo udah baikan,” Sambung Bayu. “Ohhh ya, di kapal nanti kamar lo di sebelah kamar kita, satu kamar di isi empat orang, kalau laki-laki ya sekamar dengan laki-laki, kalau perempuan yang sekamar dengan perempuan, kecuali pasangan suami istri dan keluarga.” Bayu menjelaskan kamar mereka di kapal. “Gue paham kok,” Balas Ghea singkat. “Kalau ada apa apa bilang aja, jangan sungkan,” Imbuh Saka. “Iyaa,, santai aja kali,, gue bukan permpuan manja kok,” Ucap Ghea. “Iya,, kita percaya lo bukan perempuan lemah, tapi ada kalanya lo harus minta bantuan laki-laki untuk menolong lo,” Ghea hanya mengangguk mendengar ucapan Bayu. Daffa kembali duduk di samping Ghea. “Pada ngomongin apa sih? Kayaknya serius banget?.” Tanya Daffa. “Cuma ngasih tau ke Ghea aja kalau kamarnya pisah sama kamar kita di kapal,” Balas Saka. “Ohhh,, itu tadi aku juga udah kasih tau Ghea kok,” Kini giliran Daffa yang bicara. Saka dan Bayu hanya mengangguk. “Ehhh,, kapal kita namanya apa? nanti salah masuk kapal lagi?” Tanya Daffa. “Gunung Dempo,” Balas Bayu.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม