Sulit dipercaya bahwa mereka bekerja sama, tapi masuk di akal juga bahwa semua yang dilakukan pasti karena cinta buta. Aku dan Om Farhan menyuruh sopir untuk cepat melajukan mobil supaya tiba di lokasi dengan cepat. Sampai akhirnya kami tiba di parkiran apartemen. "Mereka sudah naik, Om. Tapi di mana mereka?" Aku bertanya lagi. "Coba telepon Pak Supri," suruh Om Farhan. Aku kesulitan signal jadi sulit menghubungi Pak Supri. "Om ingat tempat Calista yang diinformasikan waktu itu?" tanyaku padanya. "Ingat, Om ingat saat kejadian itu, ayo kita ke sana!" ajak Om Farhan. Aku hanya yakin mereka menyewa apartemen Calista untuk menyembunyikan Mas Arkan, supaya aku tidak curiga sama sekali. Namun, ketika kami hendak naik lift, tiba-tiba suara wanita memanggil namaku dengan lantang.

