Bab.2 kamu membuatku merasa menjijikkan

645 คำ
  "Ya! Ini kamarnya!"   "Paman, Bibi! Adik sepupu itu tidak pulang semalaman, dia membuka kamar dengan seorang pria di kamar ini ..."   Sebelum Lesly menyelesaikan perkataannya, Lukman Darius bergegas dan menendang pintu hingga terbuka.   Semua orang ikut bergegas masuk.   Di dalam kamar itu sangat rapi, tidak ada sosok siapa pun di sana, hanya terdapat bau darah samar yang meresap di udara.   Lesly dengan cepat membuka bagian bawah ranjang, dan hanya melihat beberapa tetes darah yang sudah mengering, sepertinya terjatuh saat pembersihan.   Dimanakah Freya?   Darimana darah ini berasal?   Dia jelas-jelas menambahkan obat ke dalam gelas bir Freya dan mengatur seorang preman.   "Bibi..."   “Lesly, kamu sudah menfitnah adik sepupumu, sungguh mengecewakan kami!” Helena berteriak, dan menyela perkataan Lesly yang belum terucapkan.   "Aku……"   Wajah Lukman Darius segera berubah dari keruh menjadi cerah.Dia tersenyum berkata kepada pacar Freya, yaitu Simon Kendrick.   "Simon,kataku, bagaimana mungkin Freya bisa melakukan hal semacam itu di belakangmu! Ini pasti salah paham! Sejak kecil, orang yang disukai Freya adalah kamu."   "Itu benar! Freya kami bukan orang seperti itu!" Helena menatap Lesly dengan kejam, membuatnya mundur selangkah karena ketakutan.   “Sekarang Freya sudah selesai acara perjamuan dewasanya, kalian seharusnya memilih hari untuk bertunangan.” ucap Lukman.   Simon Kendrick menghela nafas lega, "Karena ini adalah kesalahpahaman. Mari kita pergi ke tempat lain untuk mencarinya."   Saat Simon Kendrick membalikkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara ponselnya berdering, dan sebuah pesan teks tanpa nama muncul di layar ponselnya.   "Freya Lounara ada di Kamar 5201 di Hotel Mariot."   ...   Matahari pagi bersinar, dan melewati celah tirai jendela dan jatuh di ranjang yang berantakan.   Gadis itu terbaring di selimut biru tua dan tertidur pulas.   Rambut panjang hitam menutup bahu putih seperti salju, bekas luka memar di sekujur tubuhnya seperti bunga yang bermekaran.   Di pagi yang sunyi, tiba-tiba terdengar suara teriakan, yang membangunkan gadis yang sedang tidur itu.   "Freya!!!"   Freya terkejut bangun dari tidurnya, dan ketika dia membuka matanya, dia melihat bahwa di dalam kamar ini penuh dengan orang.   Ada ayahnya Lukman Darius, ibu Helena, kakak sepupu Lesly, dan tunangannya yang akan segera bertunangan dengannya.......    Simon Kendrick!   "Kak Simon..."   Freya belum sepenuhnya sadar, Lukman Darius sudah menghampirinya, dan menamparnya dengan marah.   "Dasar putri yang tidak berbakti, lihatlah hal baik yang sudah kamu lakukan !!!"   Freya dipukuli dan merasa pusing, darah merah mengalir dari sudut bibirnya.   Lukman Darius ingin memukulnya lagi, tetapi Helena buru-buru menghentikan Lukman Darius.   "Lukman, Freya masih muda. Pasti karena meminum beberapa gelas bir tadi malam yang membuatnya bingung!"   Lesly menertawakan Freya, suaranya penuh sindiran.   "Adik sepupu, kamu adalah generasi penerus seluruh Keluarga Besar Darius. Bagaimana kamu bisa melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu! Baru saja selesai acara perjamuan dewasa berusia delapan belas tahun tadi malam, bukan masalah jika sudah bermain dengan gila dan mabuk, bagaimana kamu bisa membuka kamar dengan seorang pria asing..."   Buka kamar dengan pria asing?   "Aku tidak melakukannya……"   “Fakta berbicara lebih keras daripada perkataanmu, ini adalah bukti terbaik, apa lagi yang ingin kamu katakan!” Lesly menunjuk ke arah memar di tubuh Freya yang memalukan itu, dan terus membuat masalah.   Freya melihat bekas-bekas itu, tiba-tiba membuka lebar matanya, dan pikirannya menjadi kosong sesaat.   Tadi malam……   Gambaran hancur terbayang di pikirannya, itu semua tentang gambaran hal memalukan yang berhubungan dengan pria.   Hanya saja gambaran itu sangat kabur dan tidak nyata bagaikan mimpi.   Simon Kendrick memandang Freya Lounara dengan sakit hati. Wajah mungilnya yang halus dan cantik bagaikan malaikat yang murni.   Tapi di bawah wajahnya yang cantik itu, dia begitu mengenaskan.   Dia melangkah mundur selangkah demi selangkah karena sakit hati, matanya dipenuhi rasa sakit yang dalam.   "Aku khawatir terjadi sesuatu denganmu. Aku mendengar bahwa kamu menghilang. Aku mengemudi semalaman dari luar kota untuk kembali. Tetapi kamu melakukan hal seperti ini ketika saya tidak berada di Jakarta ..."   “Kamu benar-benar membuatku merasa menjijikkan !!!” Simon Kendrick menggeram pelan dan dengan tegas membuka pintu dan pergi.   "Kak Simon ..."   Freya berteriak memanggil, air matanya jatuh dari matanya.
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม