SYIFA Semenjak percakapanku dengan Mas Ridwan tempo hari yang berakhir dengan aku menangis tersedu-sedu dipelukannya. Aku sedikit banyak menerawang ke belakang. Jika dipikir sekarang, rasanya aku ingin tertawa dan merutukki sikap lebayku akhir-akhir ini. Iya, aku kadang berlebihan dalam menyikapi sesuatu. Bahkan ketika menonton FTV pun aku menangis. Melihat seorang pemulung di jalan aku menangis. Bahkan melihat seorang bapak-bapak yang mendorong gerobak dagangannya di bawah terik matahari, pun aku menangis. Memang pemandangan yang ku maksud di atas cukup mengaharukan, namun bukan berarti aku harus sampai menangis bukan. Mungkin apa yang dikatakan Mas Ridwan benar. Aku harus memeriksakan diri ke dokter kandungan secepatnya. Walau sedikit ragu aku mencoba memberanikan diri. Aku tak per

