Liu An memejamkan matanya dengan pusing, kepalanya berat, dan kesadarannya berangsur-angsur kabur. Dia ingin mencoba yang terbaik untuk membuka matanya, tetapi dia merasa bahwa kelopak matanya begitu berat sehingga seolah-olah diapit dengan seutas benang dan tidak bisa menahannya untuk terbuka. Sesuatu melayang di pikiranku, seperti wajah manusia, wajah manusia dari pikiran jahat. Itu hanya wajah manusia yang bergoyang, bergoyang dalam kesadarannya. Jam tangan itu seolah-olah dia belum pernah menyentuh wanita seumur hidupnya, dan tiba-tiba dia menunjukkan semua nafsunya. Liu An menggelengkan kepalanya dengan putus asa, dan terus berkata, "Jangan, jangan, jangan sentuh aku, jangan sentuh aku" Dalam mimpi itulah mimpi Liu An penuh dengan kata-kata marah. Setelah waktu yang lama, dia menutu

