"Kamu! Kamu itu harusnya bisa melihat kondisi dan tempat. Bagaimana bisa kamu lepas kontrol dan marah-marah dengan nada tinggi didepan pasien, Louise?! Apa kamu pikir dengan kamu bersikap seperti itu akan membuat keadaan berubah?" ucap Selin dengan nada suara normal tapi terdengar begitu tegas dan berwibawa. Selin sangat mengenal bagaimana sifat putranya itu. Louise, biarpun dia masih remaja. Dia bisa mengontrol emosinya dengan sangat baik, sangat jarang Selin dan keluarganya yang lain melihat dia bersikap seperti barusan. Meski Louise selalu berekspresi datar, dingin dan kaku, tapi Louise tidak pernah sekali pun menunjukkan emosinya yang berlebihan dalam hal apa pun. Selin baru pertama kali melihat emosi putranya yang seperti tadi, meluapkan amarah, khawatir dan rasa cemasnya. Semua ini

