Wajah Mei merah menyala menahan marah, apa maksud dari pertanyaan suaminya tadi pada Tara?Suasana mencekam terjadi di ruang keluarga Aditya. Tara masih meremas belakang baju kaos Erik. Pandanganya menunduk, benar-benar tak sanggup menjawab pertanyaan Zaka. "Yusuf anakku dan Tara." suara berat Erik memecah kebekuan yang terjadi. "Gak mungkin! Yusuf pasti anakku!" Zaka menolak, kini malah berjalan mendekati Tara. Mei menahan tangan Zaka. "Mas, kamu sudah dengarkan kalau itu bukan bayimu, lagian kamu tidak pernah melakukannya dengan Tara, kan?" Mei mencoba memperingatkan suaminya. "Tunggu,tunggu... Jadi maksud kamu, Tara ini adalah istri keduamu?" sela Pak Aditya pada Zaka dan Zaka mengangguk cepat. "Astaghfirulloh, kenapa jadi rumit seperti ini." Pak Aditya memijat pelipisnya. "Mas,

