Akhirnya aku sampai juga di kosan. Semua barang kuturunkan dibantu oleh Pak Ahmad. Penuh memang sangat sangat berantakan, tetapi karena aku lelah, maka kuputuskan untuk merapikannya besok saja. Aku pun mengucapkan terima kasih pada Pak Ahmad yang telah membantuku. Begitu Pak Ahmad pergi, ponselku bergetar. Sembari meraih handuk yang aku jemur di paku, kulihat pesan masuk dari berondong, siapa lagi kalau bukan Willy. "Assalamu'alaikum, Mbak Nura, bagaimana? Udah diangkut semua buayanya?" Tentu saja aku terbahak membaca pesan dari Willy. "Udah, Willy, terima kasih banyak atas bantuannya. Tapi maaf saja, pawangnya gak saya angkut, ora sudi!" Send Setelah membalas pesan Willy, aku pun langsung masuk ke kamar mandi. Tubuh ini sangat lengket karena seharian di luar. Kepala ini juga ing

