Rencana

1129 คำ
Ckrek Ckrek "Yap ... Bagus tasya seperti itu." Ckrek "Lebih maju sedikit ok ... perlihtkan bibir sexymu ... bagus oh ... Kau benar-benar hot baby." Ckrek "Sekarang tengadahkan wajahmu bayangkan kamu menantikan ciuman dari kekasihmu   yak ... seperti. Oh ... Baby kau membutku keras." Ckrek  Ckrek Ckrek "Ok cukup untuk hari ini kau  benar-benar luar biasa cantik." "Thanks dude." Tasya mengambil jubah untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut bikini sexy. "Tasya." Seorang pria melambay menghampirinya "Ada apa Mery? Bukankah jadwalku sudah selesai hari ini." "Itu tadi Joe menghubungi." Seketika tasya menghentikan langkahnya. "Kapan?" "1 jam  yang lalu."  Tasya mengernyitkan dahinya tak suka. Buruk nih alamat bakal ngamuk nih batin Merry. Tasya mengulurkan tanganya bertanda meminta ponselnya Dia langsung mendial nomor Joe dan baru sambungan pertama langsung diangkat. Pasti penting ini. "Halo Joe." "Di mana? Lama sekali?" "Sorry ... aku di singapura." "Pulang sekarang. Aku tunggu." "Ok." Tasya berbalik dan menghadap ke asistennya dengan wajah murka. "Mery berapa kali aku bilang sesibuk apa pun  kalau Joe menghubungi segera berikan kepadaku. Tak perduli itu itu penting atau tidak." "Sorry say aku tak bermaksud begitu tapi kau sedang di tengah-tengah pemotretan jadi aku tak berani mengganggu apalagi dia zidan fotografer internasional aku tak mau merusak citramu di depannya." "Sayangnya Aku tidak perduli bahkan jika seandainya yang di depanku adalah presiden amerika sekalipun aku tetap mau menerima panggilan Joe." "Tapi ...." "Gak ada tapi-tapi an ingat ...." "JOE IS NOMBER ONE." kata mery sambil memutar matanya jengah. "Nah itu tau.  Sekarang carikan tiket untuk balik ke Indonesia sekarang." "Whatttt no no no gak bisa ntar malem kan kamu ada makan malam sama pemilik exotic resort  bicarain kontrak iklan." Tasya menatap tajam merry "Oh ... okey dibatalkan saya pergi dulu pesen tiket," kata merry langsung ngacir. Mending kabur dari pada menerima kemurkaan sang idola. Bisa mati di tempat dia. Sebenarnya hati nurani mery merasa gak terima. Gimana mungkin tasya seorang top model bisa takhluk sama orang macam Joe. Dah jelas playboynya dah gitu Joe kayak gak pernah ngehargain bosnya itu kalo merintah asal jeplak aja. Tasyanya juga nurut mulu bikin geregetan dan emosi tingkat tinggi. *** Begitu sampai di Indonesia Tasya langsung menuju apartemen Joe. Yap sejak dirinya di beli oleh Joe dia memang tinggal dengannya. Bukan berarti dia gak sanggup beli rumah sendiri tapi itu emang kemauan Joe. Dan Tasya yang merasa beruntung menjadi milik Joe berjanji akan melakukan apa pun keinginan Joe bahkan jika itu mustahil sekalipun. Tasya melakukan itu bukan tanpa sebab. Tasya gak bisa ngebayangin. Bagaimana jadinya kalau waktu itu dia di beli orang lain. Sudah pasti dia hanya akan menjadi pemuas nafsu para hidung belang. Sedang Joe dia di perlakukan bagai adik sendiri. Joe bahkan menyekolahkannya lagi. Yang joe mau hanyalah saat dia butuh Tasya harus siap kapanpun dan di manapun. Jangan salah ... Joe tak pernah sekalipun menyentuh Tasya. Jadi 100% Tasya masih virgin sampai sekarang. Dan Tasya sama sekali tak berniat melepaskan keprawanannya itu dalam waktu dekat. Padahal Joe selalu mengatakan tak keberatan jika Tasya memiliki kekasih. Karena Joe pun memiliki kekasih yang tak terhitung jumlahnya. Setelah meletakkan semua barangnya Tasya langsung menghubungi Joe. "Hay Joe aku sudah sampai di apartemen nih." "Langsung ke rumah sakit mahardika kamar vvip. Sekarang." "Ok." Setelah itu Tasya langsung mengganti bajunya dan menyuruh managernya agar pulang saja. Sebenarnya Tasya penasaran siapa yang sakit sampai Joe menyuruhnya pulang saat itu juga. Tasya menyetir sendiri mobilnya, walau dia seorang selebriti tapi Tasya lebih suka menyetir sendiri kecuali jika harus ke luar kota. Sesampainya di rumah sakit ternyata Joe sudah menunggunya di lobby bersama Jack. "Joe." Tasya langsung memeluknya, lalu memeluk Jack juga. "Ada apa? Siapa yang sakit?" "Momy" "Darah tingginya kumat lagi? Ada masalah ya? Soalnya dah lama banget sejak darah tinggi tante naik?" "Semua ini gara-gara si Jack," kata joe sambil berjalan menuju ruang perawatan Mommy-nya. Tasya menoleh ke arah Jack, sedang Jack hanya menaikkan sebelah alisnya, cuek. "Tumben Jack jadi tersangka biasanya kan kamu yang suka bikin ulah." Joe mendengus sebal sambil memajukan bibirnya kesel karena dapet tuduhan dari Tasya. Tasya yang melihat itu hanya tersenyum simpul. Dasar Joe gak inget umur kelakuan masih aja kayak bocah, ngambekan. Mungkin ini efek di manja sama Mommy-nya Alex dan Jack. "Gara-gara Jack ngajakin gue jadi pasangan homonya. Ketauan Alex deh. Trus pas kita lagi ngomongin itu Mommy denger dan langsung pingsan." Tasya menghentikan langkahnya. "Jadi kamu gay?" tanya Tasya terkejut. Pantesan gak mau nyentuh dia ternyata mlehong to. "Ichh ... aku tu normal sya .... Si Jack ini ni di uber-uber mulu ama emaknya suruh kawin. Dia gak mau  makanya dia bilang ke keluarganya kalau dia itu maho. Trus siapa coba korbannya,AKU. Aku yang musti jadi pacar boongannya dia." "Bewaaha ha ha jadi selma ini kamu akting jadi gay sama Jack? Pernah ciuman gak? Rasanya gimana?" "TASYAAAAAAAAA." Fix joe ngambek nih. Malu juga sih sebenernya. Karna dia emang pernah ciuman ama Jack. Gara-gara Jack lihat ada mata-mata emaknya ngawasin, trus biar sandiwaranya makin meyakinkan dia langsung cium dah tu bibir. Wekkkk kalau inget Joe masih pengen muntah. Bahkan setelah itu dia mandi kembang 7 rupa. "Joe ... ya udh ih jangan ngambex. Sekarang mau kamu apa?" "Aku balik aja. Mom pasti belum mau ketemu aku," kata jack langsung ngeloyor pergi. "Noh lihat gak bertanggung jawab banget kan sya. Dia yang bikin masalah aku yang musti beresin,"  kata Joe makin merajuk. "Ya elah baru kali ini doang biasanya kamu bikin masalah Jack yang beresin dia gak pernah protes tuh." "Terus terus aja belain dia. Sebenerna kamu punya siapa sih?" "Ya udah sih ... Sekarang gimana?" "Gimana apanya?" " Aku jenguk tante trus apa?" "Kamu jadi pacar aku. Mom bilang dia bakal percaya kalau aku bukan gay asal aku bisa bawa calon istri ke hadapan dia dalam jangka waktu 3 hari." "Tapi kan tante udah kenal aku joe? Apa gak bakal curiga? Trus kalau kita di nikahin beneran gimana?" "Tenang aja serahkan semua padaku. Kalo soal nikah kalo emang mom mau ya udah kita nikah aja ribet banget." "Tapi bukannya kamu masih nyari wanita impianmu itu?" "Dia mah bisa nyusul yang penting sekarang kesehatan Mom,"  kata Joe gak ambil pusing "Kalau kita nikah beneran trus tiba-tiba wanita yang kamu cari selama ini muncul. Apa kamu bakal cerain aku dan nikahin wanita itu?" Joe berhenti tepat di depan pintu kamar Mom-nya di rawat. "Ya iyalah aku pilih wanita yang ku cinta. emang kamu mau di madu. Lagian kita nikahnya cuma setingan jadi kamu jangan baper ya dan aku pastiin nikahnya masih lama gak usah kamu pikirin. Semuanya sudah di atur ok." Tasya terdiam mendengar jawaban joe. Sakit hatinya menyadari bahwa dia tak lebih hanya kekasih pura-pura dan bisa di buang sewaktu-waktu. Egois memang itulah Joe cowok paling egois yang dia kenal. Tapi mau gimana lagi cowok egois itulah yang menyelamatkan hidupnya. Dan dia adalah MILIKNYA. ***
อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม