Lori menatap selembar kertas yang berisi hasil otopsi mayat Beth. Sudah dua hari berlalu sejak peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa adiknya. Rasanya ia belum bisa memercayai bahwa apa yang di alaminya belakangan ini benar-benar kenyataan. Ia sering sekali berharap jika semua itu hanyalah sebuah mimpi. Sebelum tidur, ia selalu berharap jika setelah bangun nanti, semuanya akan kembali normal. Namun, semua harapannya itu tak pernah menjadi kenyataan karena yang di alaminya saat ini bukanlah mimpi. Semua benar-benar nyata. "Aku tahu kau tidak bunuh diri, Beth. Aku tahu," gumam Lori sambil menatap sedih kertas hasil otopsi tersebut. Sungguh, saat ia menerima hasil otopsi mayat adiknya tadi pagi, ia benar-benar terkejut dengan hasilnya. Di tubuh Beth terdapat racun yang membuatnya meningg

