Jordan langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit begitu salah satu karyawannya mengatakan bahwa istrinya dilarikan ke rumah sakit karena jatuh pingsan. Saat itu, yang ada dipikirannya hanyalah Lori dan Lori. Ia bahkan sudah tak peduli lagi dengan beberapa saksi mata yang melihat kebakaran yang terjadi di bar-nya yang masih menjelaskan semuanya kepada polisi. Ia sudah menyerahkan semuanya kepada anak buahnya. Saat ini, Lori lah yang menjadi prioritas utamanya. Sesampainya di rumah sakit, Jordan langsung berlari ke meja resepsionis dan menanyakan kamar rawat istrinya. Setelah itu, ia kembali berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk mencapai kamar rawat Lori. Sungguh, ia lebih cemas saat mendengar kabar Lori dilarikan ke rumah sakit ketimbang mendengar bar-nya

