Sepulangnya Lori dari rumah sakit, ia terus-menerus berada di dekat Jordan. Ia tak ingin jauh dari pria itu barang sedetik pun. Bahkan, di larut malam seperti ini pun ia lebih memilih untuk menatap Jordan yang sudah terlelap daripada mengikuti pria itu untuk tidur. Lori mengulas senyum tipis di bibirnya. Tangannya yang bebas ia gunakan untuk membelai wajah Jordan. Wajah yang nantinya akan terus melekat dalam memorinya sebagai orang yang sangat dicintainya. "Apa aku mengganggumu?" tanya Lori begitu ia melihat Jordan yang terbangun dari tidurnya. Jordan tersenyum tipis seraya mengambil tangan Lori yang masih berada di wajahnya. Ia kemudian mengecup tangan istrinya itu dengan penuh kelembutan. "Kenapa belum tidur, sayang?" tanyanya kemudian. "Aku tidak bisa tidur," jawab Lori. Ya, ia mema

