Siapkan Tisu. Siwi tersentak kaget saat merasakan berat di atas perutnya. Biasanya kepala Ayumi yang berada di sana, tetapi tidak terlalu berat. Ia juga tak yakin ini adalah kepala putrinya, karena tidak mungkin kepala bentuknya panjang saat tanpa sengaja ia meraba atas perutnya. Berbulu, bukan rambut. Berarti ini bukan kepala Ayumi. Dengan wajah amat kaku, Siwi sedikit menunduk untuk melihat benda apa yang ada di atas perutnya. "Aaaaaargh! Pergi! Pergi!" Siwi berteriak histeris sambil melemparkan tangan Raka dari atas perutnya. Ayumi pun tersentak bangun. Kek Usman dan Edwin yang tengah berada di teras menikmati kopi pagi, berlarian masuk ke dalam rumah. Siwi memeluk lututnya, menyembunyikan wajahnya pada kakinya dengan tubuh gemetar. Raka masih mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa k

