Maharani berontak dan bangkit dari pangkuan Ahmar. Awalnya, Ahmar tidak rela untuk membiarkan Maharani bangkit dari posisi itu, tetapi berpikir jika kemungkinan nanti Maharani malah akan terluka karena aksi berontaknya, Ahmar pun pada akhirnya melepaskan Maharani. Kini Maharani sudah berdiri dengan tegap dan kembali dengan posisinya sebagai pelayan. Ahmar mendengkus. “Duduklah, aku ingin makan malam bersamamu,” ucap Ahmar membuat Maharani mencengkram rok seragam pelayan yang ia kenakan. “Maaf Tuan, saya tidak bisa melakukan itu,” ucap Maharani dengan logat yang masih belum terlalu lancar. Namun Ahmar memberikan empat jempol pada Maharani. Gadisnya itu memang sangat cerdas. Dengan waktu secepat ini dan sudah mencapai penguasaan bahasa asing hingga seperti itu, Maharani mema

