Alasan Maharani 2

813 คำ

    Tiba di lantai satu, Ahmar disambut oleh dua wajah yang sangat dibenci olehnya. Ahmar sama sekali tidak berniat untuk menyapa dan melangkah begitu saja melewati keduanya. Syani yang melihatnya tentu saja merasa marah. Zee berkata, “Ibu lebih baik temui Ayah. Aku akan berbicara dengan Ahmar.” Syani mengangguk dan segera masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai tiga di mana ruang kerja suaminya berada.     Zee segera mengejar Ahmar dan menghadang jalan pria itu. “Kita perlu bicara,” ucap Zee menekan setiap kata yang ia ucapkan. Zee menatap netra biru safir milik Ahmar menggunakan netra cokelat keemasannya dengan berani.         Ahmar berdecih melihat netra cokelat keemasan yang seharusnya terlihat begitu menawan itu. “Jangan menatap mataku secara langsung dengan matamu itu. Aku mem

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม