Sesampai di kafe, aku dan Dewi pun duduk pojokan. Kebetulan kafe sedang tidak begitu ramai. Setelah memesan jus alpukat dan jus jeruk, aku pun bersiap untuk mendengar apa yang ingin dikatakan Dewi. “Ini soal orang yang kamu bilang mirip sama aku, apa itu benar?” tanya Dewi. “Iya, beneran, kok,” jawabku. “Sebenarnya aku punya saudara kembar, tapi sudah pisah dari bayi. Jadi aku gak pernah sekali pun ketemu. Nenek aku yang bilang,” ungkap Dewi. “Ohya? Serius?” “Iya, dan aku gak pernah serius cari tahu juga. Cuma, karena hari ini kamu bilang aku mirip seseorang, aku jadi kepikiran mau nanya.” “Hemm, ya, berarti bisa aja benar kalau kalian kembar. Memangnya kamu asli kampung mana?” “Emm, aku dari kampung Kaharingan, aku kasih tahu nama desanya juga mungkin kamu gak akan tahu.” “Apa kel

