Di rumah keluarga sendiri, aku tentu merasa lebih bebas dibanding saat di rumah mertua. Walau sebenarnya di rumah mertua juga biasa saja, tak merasa repot sama sekali mengurus rumah. Hanya mengurusi Khadijah. Mertuaku mengirim beberapa foto dan melakukan video call juga setibanya mereka di Turki. Aku iri sekali ketika mereka memamerkan sedang di taman bunga tulip khas Turki. Rasanya ingin bisa ke sana juga. “Mertua kamu kayaknya bahagia sekali di sana,” ucap Ibuku, ketika kami sedang bersama-sama merapikan pakaian. “Pasti lah, Bu. Di sana itu indah banget, Bu. Romantis buat bulan madu,” sahutku. “Oh, gitu?” “Iya, jadi impian banyak perempuan.” “Termasuk kamu juga?” “Hehe.” Ibu langsung lirik-lirikan dengan Radit, membuatku merasa malu sendiri pada Radit. Namun, kalau misalnya Radit

