Rombongan Kaisar Lee pun akhir nya kembali ke kerajaan, dengan membawa serta Selir Yiping bersama mereka.
Seorang pria bertubuh kecil, terlihat mengawasi saat para rombongan mulai memasuki gerbang istana. Dia mencuri dengar dari para pengawal yang sedang membicarakan tentang Selir Yiping yang kini pulang bersama mereka.
"Sungguh luar biasa, Selir Yiping jatuh dari jurang namun masih hidup."
"Benar, ini seperti sebuah ke ajaiban."
Pria kecil itu pun segera berlari ke areal istana bagian selatan, yang merupakan kediaman pribadi Ratu Finix. Ia mencoba melaporkan apa yang baru saja ia dengar dari para pengawal.
"Ratu... Ratu Finix!" Ia datang dengan wajah panik. Sedang kan sang ratu sedang duduk dengan mengangkat dagu di singgasananya. Para pelayan sedang membersihkan kuku tangan dan kakinya.
"Ada apa?"
Pria kecil itu pun terdiam sambil menundukkan kepalanya, mengatur napasnya. Dan seketika sang ratu pun paham. Dengan mengibaskan satu tangannya, ia mengisyaratkan agar para pelayan untuk segera keluar.
"Sekarang cepat katakan ada apa?" Ucap sang ratu dengan nada angkuh saat semua pelayan sudah berangsur keluar.
Pria kecil itu pun menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian melangkah mendekat ke arah sang ratu dan mulai bicara dengan suara lirih.
"Apa?" Mata sang ratu sontak terbelalak, ia pun segera bangkit dari duduk nya. Tangan nya terkepal, dan wajah nya terlihat makin tidak tenang, "bagaimana bisa wanita itu masih hidup? Apa para suruhan ku tidak memastikan terlebih dahulu dia sudah mati atau belum sebelum di lempar ke jurang? Dasar bodoh!" Dengan kalap ia membanting segala sesuatu yang ada di sekitar nya. Ia benar-benar murka sekarang.
Tak lama, datang dua wanita yang sepertinya juga sudah mengetahui berita tersebut.
"Ratu, apa anda juga sudah mendengar nya? Tadi aku lihat Kaisar memanggil para tabib untuk memeriksa keadaan Selir Yiping." Itu adalah Selir Lisun yang sedang berbicara, yang merupakan Selir pertama Kaisar Lee.
"Benar, kenapa tiba-tiba wanita itu bisa kembali ke istana? Dan kenapa dia masih hidup?" Tambah Selir Xio Er, Selir ke dua yang usianya lebih muda di antara mereka bertiga.
"Kalian bertanya padaku seolah aku tahu semua jawabannya?Hah!" Ratu Finix balik bertanya pada kedua wanita yang ada di depannya dengan wajah marah.
Kedua wanita itu pun menunduk, saling menyikut, menyadari kekeliruannya. "Tapi, bukan kah kita telah menyuruh orang untuk memberi racun ke dalam makanannya? Dan ia juga sudah di lempar ke jurang, jadi mustahil kan kalau dia masih bisa hidup?" Kali ini Selir Lisun bertanya dengan lebih hati-hati.
"Atau jangan-jangan wanita itu bukan lah Selir Yiping, tapi sosok lain, astaga...," Selir Xio Er mencoba mendramatisir, "bagaimana kalau dia tahu rencana kita?" Tambahnya yang membuat Susana jadi semakin menegangkan.
"Jangan konyol!" Sebuah tangan langsung menjitak kepalanya, ia mengaduh dan mengusap nya segera. "Apa yang kau maksud dengan Selir Yiping bukanlah Selir Yiping? Apa otak mu sudah tidak waras? Bagaimana bisa ada dua Selir Yiping?"
"Sudah-sudah! Kalian apa-apaan malah bertengkar sendiri?" Suara Ratu Finix seketika menghentikan perdebatan tidak penting antara Selir Lisun dan Selir Xio Er. "Kalian membuat kepalaku tambah pusing saja."
Kedua wanita yang lebih muda di hadapannya kembali menunduk, saling menyalahkan lewat tatapan mata masing-masing.
"Sekarang, kau, Lu Guo, cepat panggil orang yang bertugas memberi racun dalam makanan Selir Yiping," Kata Ratu Finix pada pria kecil yang sejak tadi hanya diam, "pastikan dia tutup mulut, jika dia terlihat mulai mencurigakan, kau boleh langsung menghabisinya." Mendengar penuturan sang Ratu yang terkenal angkuh itu, nyali kedua selir muda di hadapannya semakin menciut, tenggorokan mereka terasa tercekat dan sulit untuk menelan Saliva.
"Baik!" Ucap pria kecil singkat, setelah nya ia buru-buru berlalu dari ruangan.
Kini mata Ratu Finix menatap tajam ke arah para selir. "Kalian juga, kalau kalian ada yang coba-coba menhianatiku, tahu sendiri akibatnya, mengerti!" Dia mengatakan dengan suara rendah, tapi sanggup membuat bulu kuduk kedua Selir langsung merinding.
"I-iya kami mengerti yang mulia ratu!"
"Bagus!"
***
Di sekeliling lilin merah, di balik tirai tipis, di dalam istana Ming yang mewah ini. Tak ada siapapun kecuali dia. Dia adalah Yiping Xie, dia baru saja di periksa oleh tabib kerajaan, tidak ada luka yang serius, keadaanya baik-baik saja, namun ia belum juga sadarkan diri hingga sekarang. Saat ini ia hanya terbalut kain tipis di tubuhnya, tabib menyarankan agar ia tidak di balut kain tebal atau pun di pakaikan selimut agar ia mendapatkan banyak udara, serta hawa panas dalam tubuh nya agar cepat menguap, dengan begitu dia akan segera pulih dan sadar.
Aroma dari kayu Cendana menguar dari tungku berbentuk binatang, sengaja di letakkan di sisi ranjang agar bisa terhirup oleh Selir Yiping, aroma terapi yang juga berfungsi sebagai pemulihan stamina.
Pintu kamar terdengar berderit, Kaisar Lee menyesal, kenapa wanita itu harus di letakkan di kamar nya. Dia kesal jika harus memandang wajah wanita itu, ia akan langsung teringat akan rumor yang beredar di luaran sana. Kenapa seolah-olah dirinya yang menyedihkan karena di campakan oleh seorang wanita? Bahkan dia hanya lah seorang selir.
Kalau bukan karena wasiat dari ayah nya yang belum lama meninggal, yang menyuruh nya meminang gadis dari negri Feng yang jauh dan terpencil, dia tidak akan sudi meminang gadis tersebut. Dan kenyataan lainnya, gadis itu ternyata adalah seorang yatim piatu, kehidupannya sangat miskin. Kaisar Lee sempat berpikir, apakah Ayah nya sungguh sudah gila menyuruh nya menikahi gadis seperti itu?
Bahkan selama satu bulan ini, dirinya tak sudi menyentuh gadis itu. Baru satu bulan berada di kerajaan, gadis itu sudah membuat masalah yang menghebohkan dengan tersebar nya rumor telah memiliki laki-laki idaman lain. Kaisar Lee benar-benar keki di buat nya. Apa-apaan gadis kampungan ini?
"Kau telah membuat ku terlihat seperti orang bodoh, dan sekarang kau enak-enak kan tidur di ranjang ku, kau pikir aku akan membiarkan mu hidup tenang. Sekarang cepat lah bangun! Jangan pura-pura tidur lagi, kau pikir aku akan iba padamu! Bangun!" Kaisar Lee berkata dari balik tirai yang masih tertutup. Ia tak bisa menahan diri lagi untuk meluap kan rasa kesal nya.
Hening, tak ada jawaban, namun rasa kesal nya membuat nya tidak yakin kalau gadis di balik tirai itu tak mendengar suaranya yang lantang. Ia pun datang mendekat ke sisi ranjang dan menyingkap tirai yang menutupi pandangannya sejak tadi.
Darah nya seketika berdesir, sekujur tubuhnya seperti tersambar petir, d**a nya bergetar, ada sesuatu yang tiba-tiba naik hingga ke ubun-ubunnya. Merasa ada yang salah dengan dirinya, ia pun segera menutup tirai nya kembali. Membalik tubuh nya dan mengatur napas nya yang tadi sempat tak beraturan. "Sial, apa yang ku lihat tadi?"
Bersambung.