Perlahan sinar matahari merangkak naik menembus gorden sebuah ruangan. Penghuni yang masih terlelap merasakan silau. Matanya berkedut pelan, menandakan dia akan terbangun. Kemudian kedua bola mata indah beriris cokelat tua melihat keadaan sekitar. Rasanya belum lama ia tertidur, sekarang sudah pagi lagi. Sajaka--pemuda itu--menggeliat. Beranjak dari tempat tidur untuk menyibak gorden. Sebelah tangannya menutupi mulut yang menguap lebar. Hari ini akan cerah, langitnya terlihat biru bersih tanpa awan. Setiap hari juga begini di musim kemarau, tetapi Sajaka merasa pagi ini sangat sejuk ketika ia membuka pintu menuju balkon. Sambil mengusap rambut acak-acakan habis bangun tidur, Sajaka berjalan ke ujung balkon. Biasanya kalau keluar balkon kamar, ia akan memanggil Sadina di kamar sebelah

