“Gimana sekolahnya hari ini?” tanya Haradisa memecah keheningan. Tangannya bermain di atas stir. Sesekali memerhatikan kaca spion di samping ketika akan menyalip kendaraan lain. Jalanan di sore hari selalu padat, tetapi Haradisa tampaknya telah terbiasa dengan hal itu. Cara dia membawa kendaraan lebih baik dari cara Selin. Sadina bilang begitu karena Selin menyetir dengan sangat pelan. Jarang sekali menyalip kendaraan lain. Prinsipnya yang penting selamat sampai tujuan. Tidak ada salahnya, tetapi Sadina terkadang dibuat gereget ingin cepat mengakhiri perjalanan. Pernah juga karena cara Selin membawa kendaraan membuat Sadina hampir terlambat. Beruntung gerbang masih bisa dibuka berkat negosisasi Selin dengan penjaga. Mereka mengenali Selin sebagai ibunya ketua OSIS yang berprestasi itu

