Sebuah mobil BMW i4 berhenti di depan warung bubur ayam yang Milana beritahu. Dua pasangan laknut keluar dari dalam sana dan berjalan masuk menghampiri Milana. Terlihat wajah Theo yang sedikit kesal dengan tingkah adiknya itu. “Kenapa bisa nyasar sih!” ucap Theo tanpa berbasa-basi. “Habis anter Niel ke bandara,” jawab Milana dengan menyuapkan sesendok bubur ayam ke dalam mulutnya. “Mang, bubur ayam dua ya! Kagak pake kacang,” ujar Vivi, memesan. “Siap, Neng.” Vivi duduk di samping Milana dengan tersenyum, ia terlihat seperti cewek yang mengetahui suatu rahasia saat ini. Vivi mengirim pesan pada Milana tanpa sepengetahuan Theo. Tentu saja hal itu membuat jantung Milana berdegup kencang. Pesan dari Kak Vivi : Kak Vivi : Lu habis ngapain ama Niel? Read. Milana menelan ludahnya kasar,

