Mahesa mengecek peralatannya sekali lagi. Saat memastikan tidak ada yang tertinggal, ia memakai sepatunya, menyimpulkan talinya hingga kencang. Matanya menyapu kamarnya dan terpatri pada satu buah bingkai foto di atas meja belajaranya. Ia mendekat, mengambil bingkai itu dan mengelus foto ibunya. "Mahesa kangen mama." katanya. Setelah tadi sore pergi ke makam mamanya, nyatanya itu tidak cukup membuat rindunya lepas ataupun kegundahannya berkurang. Ia sadar, ia butuh pemberhentian. Ia butuh udara segar yang membuat ikatan di rongga dadanya yang mengikat kian kencang itu terlepas perlahan. Perlahan, ia mengembalikan foto itu lalu mengangkat carriernya di pundak. Menarik napas panjang hingga akhirnya keluar dari kamar dan bertemu dengan ayahnya yang baru saja pulang. "

