"Ra, lo dipanggil bu Mulyani." Amel yang baru saja masuk ke kelas berdiri di depan meja Ciara. Gadis itu menengadah dan menatap temannya dengan tatapan bingung. "Oh." hanya itu yang keluar dari mulutnya. Ia menoleh ke arah Mahesa yang melemparkan tatapan ‘kenapa’. Ciara mengangkat bahu lalu keluar dari kelasnya dan menyusuri koridor menuju ruang guru yang ada di lantai satu. Dua puluh menit kemudian, sosok gadis itu kembali ke dalam kelas dan langsung duduk di kursinya sambil berdecak kebingungan. "Kenapa, Ra?" tanya Mahesa yang melihat perubahan teman sebangkunya. "Latihan kemarin, yang Bu Mulyani nggak masuk. Kertas latihan gue nggak ada di tumpukan. Beliau pikir gue nggak ngerjain." katanya sambil geleng- geleng kepala tidak percaya. J

