**Keesokan harinya** Tangan James melingkar erat di pinggang Anastasia yang ramping. Sambil berbaring di atas ranjang, dia memeluk tubuh istrinya dari belakang, berbagi kehangatan sekaligus merasakan bagaimana halusnya kulit mulus yang nyaris tanpa celah itu. “Pagi, Anastasia,” sapa James. Diciuminya leher dan tengkuk Anastasia seraya meremas satu gundukan ranumnya yang puncaknya menegang karena pengaruh udara pagi yang dingin. “Ahhh James … Kamu mau ‘nambah’ lagi?” tanya Anastasia sembari menggerakkan pinggul dan bokongnya saat merasakan batang keperkasaan milik suaminya mulai bangun dari tidur lelapnya. “Nanti, sayang,” bisik James tepat di depan telinga Anastasia. Dia terdiam sejenak untuk berpikir. “Kamu masih mau kerja di club malam itu?” tanyanya. “Maksudku, setelah semua yang te

