Tidak ada ungkapan yang bisa melukiskan betapa bahagianya James saat dirinya dipertemukan kembali dengan Anastasia. Didapatinya Anastasia masih terbaring lemah di atas ranjang. Kening, rambut serta pakaian bersalinnya agak sedikit lepek karena peluh. Senyumnya merekah saat dia melihat kedatangan suaminya. “Kamu telat, sayang,” ucapnya sambil bercanda. James mendekati ranjang Anastasia lalu membungkukkan tubuhnya untuk mencium dahi Anastasia. “Aku tahu,” katanya sembari memegangi tangan kiri Anastasia. Dia mengecup punggung tangannya sekilas dan menatapnya khawatir. “Aku sempat miskomunikasi dengan dokter. Dia bilang kamu dan anak kita sudah meninggal, tapi ternyata yang dia maksud itu Anastasia yang lain, bukan dirimu,” ungkapnya. “Karma,” canda Anastasia. Dia tersenyum geli. “Sekarang
ดาวโหลดโดยการสแกนรหัส QR เพื่ออ่านเรื่องราวมากมายฟรี และหนังสือที่ได้รับการอัปเดตทุกวัน


