Helena menghabiskan beberapa detik waktunya untuk memperhatikan paras cantik Anastasia. Dia bisa melihat wajah Samudra dan juga wajah Celine di sana—membuat dirinya teringat kembali akan kenangan manis yang dulu pernah mereka lalui bersama. Tertawa. Menangis. Cemburu. Bertengkar. Tapi pada akhirnya, semua malah menyisakan mimpi buruk. “Kamu Anastasia Hameldon?” tanyanya. Dia tidak menjawab pertanyaan Helena. “Pasti ibu juga sudah mengetahui semuanya, bukan?” terka Anastasia geram. Dia tersenyum sinis. “Ayah bilang kalau kalian masih suka berhubungan. Bagaimana bisa aku tak menyadari semuanya, ya?” Dia terdiam sejenak sebelum kembali bicara. “Ah, aku tahu. Itu karena ayahku begitu pandai menyimpan bangkai,” sindirnya. Helena menghirup nafas dalam-dalam. Diceritakannya pada Anastasia semua

