Raya yang duduk di sebelahku tak kalah kagetnya. Andrian tenang … Andrian tenang. Aku mengatur hatiku sesaat. Yang tentu saja merasa ketakutan kalau. Kalau Hana sampai melihatku dengan Raya, habislah aku. "Pergi sekarang atau kita dalam masalah besar." Aku berucap lirih, Raya menyipitkan matanya seolah sudah paham dengan apa yang akan terjadi. Istri mudaku itu kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya. "Hana …." Sial baru berapa langkah Raya beranjak Bima memanggil Hana. Habis sudah … sepertinya pria s****n itu sengaja ingin menjatuhkan aku. Hana menoleh ke arah suara, kemudian melihat ke arahku juga. Dadaku berdebar kencang. Habislah sudah … benar-benar habis aku sekarang. Aku tidak tahu akan beralasan apa lagi untuk membuat Hana percaya nantinya padaku. "Hai … apa - apaan?"

