Tiba tiba Yustaf mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Alika, ia menatap wajah Alika dan terus memajukan wajahnya dengan tanpa pengelakan yang mampu Alika lakukan. Apa.. apa yang hendak ia lakukan?! Yustaf mengangkat wajahnya, tertuju lurus ke arah kening Alika. Ia yang sudah ketahuan akan mencium keningnya. Tiba tiba menghentikan lajunya dan langsung menurunkan bibirnya ke arah bibir Alika, ia beralih mengecup bibir Alika dengan spontan. Alika terbelalak kaget. Meskipun hanya sebentar hingga setelahnya, Yustaf memundurkan wajahnya perlahan disertai dengan senyuman seringai yang seolah memiliki motif tersembunyi didalam pikirannya. Alika langsung memanas dan merona merah kedua pipinya. Ia benar benar tidak menyangka dengan datangnya ciuman tersebut. Tidak... tidak.. ini semua cum

