Aira tak pernah menyangka jika Fendi, suaminya tega berkhianat dengan Ulfa, ipar yang ia nafkahi di belakangnya saat Aira sibuk bekerja untuk menggantikan tanggung jawab suaminya yang sudah tidak lagi bekerja sejak dipecat beberapa bulan yang lalu.
Tidak hanya itu, Aira diminta untuk membiayai kehidupan ipar, keponakan, dan juga ibu mertua dari gaji bulanannya sejak Fendi menjadi pengangguran. Namun, Aira tak pernah merasa dihargai oleh keluarga suaminya.
Bahkan mertuanya selalu membandingkan Aira yang sudah bekerja keras dengan iparnya yang hanya menengadahkan tangan kepada Aira.
Merasa tak terima dikhianati, Aira pun melakukan sesuatu untuk membalas rasa sakit hatinya pada suami, ipar, dan juga mertuanya.
Bagaimanakah cara Aira menghukum orang-orang yang tega mengkhianatinya dan tidak pernah menghargai perjuangannya? Mampukah Fendi membiayai keluarganya jika Aira memutuskan untuk menceraikannya?