Aruna Pradasari, perempuan berusia 28 tahun, seorang editor di salah satu perusahan penerbitan di Bandung di tuntut segera menikah oleh sang mama karena Arya –sang adik- diminta menikah oleh orang tua kekasihnya.
Aruna jelas kebingungan karena dia tak memiliki kekasih. Beberapa kali menjalin cinta tapi kandas juga. Sampai akhirnya sang mama berinisiatif untuk menjodohkannya dengan beberapa anak dari teman sang mama. Sang tak satupun dari pria yang dijodohkan oleh sang mama cocok dengan Aruna. setelah gay, player dan terakhir laki-laki yang dijodohkannya adalah anak mami. jelas Aruna menolak karena takut jika suatu hari laki-laki tersebut merepotkan dirinya.
Kesal pada sang mama, dia memilih curhat pada Randu, sahabatnya sejak kecil. Dia menceritakan semuanya pada Randu. Randu Mahardika yang umurnya lebih tua 2 tahun di atas Aruna sangat tahu kekesalan sang sahabat.
Randu yang takut akan kehilangan perhatian Aruna jika dia menikah akhirnya menawarkan diri untuk menikah dengannya. Jelas Aruna kaget, tapi Aruna yang juga takut jika Randu akan meninggalkannya jika dia menikah dengan orang lain akhirnya menyetujui penawaran Randu.
Setelah berunding, akhirnya Aruna dan Randu menceritakan niat mereka untuk menikah kepada kedua orangtuanya. Jelas kedua orang tua mereka masing-masing merasa kaget, karena setahu para orang tua, hubungan diantara Randu dan Aruna adalah hanya sebatas sahabat. Setalah Aruna dan Randu meyakinkan kedua orang tua masing-masing, akhirnya mereka pun menyetujui pernikahan mereka.
Pernikahan mereka akhirnya berlangsung dan berjalan layaknya pasangan pengantin baru. Bedanya, Randu dan Aruna tak melakukan ritual malam pertama seperti para pasangan lain. Bukan karena Randu tidak suka. Juga bukan karena Aruna terlalu takut. Tapi Aruna yang merasa canggung atas perubahan status mereka. Randu pun tidak ingin memaksa dia tetap sabar menunggu. Hingga waktunya tiba, dia pun mendapatkan apa yang dia mau.
Pernikahan tidak mungkin berjalan lancar, pastilah aka nada kerikil yang menghalangi perjalanan cinta. Begitu juga pernikahan Aruna dan Randu. Kerikil tajam dirasakan Aruna saat Randu mulai menolak untuk cepat-cepat memiliki anak. Sementara orang tua mereka menuntut untuk segera memiliki keturunan dikarenakan usia mereka yang sudah sama-sama dewasa.
Hingga suatu hari Aruna hamil dan Randu menolak janin yang dikandung Aruna karena merasa selama berhubungan dia selalu bermain aman.
Aruna jelas marah, dia sangat kesal dengan sikap Randu. Apalagi ketika tahu bahwa Randu memilih menginap di kantornya disbandingkan pulang ke rumah setelah dinas dari Bali. Hal ini membuat Aruna stress dan keguguran.
Mungkin kejadian ini adalah puncak dari kemarahan Aruna, hingga akhirnya saat Randu pulang dia meminta Randu untuk menceraikannya. Tapi Randu menolak. Randu yang sudah menyadari bahwa dia menyayangi Aruna bukan hanya sekedar sebagai sahabat tapi benar-benar mencintai Aruna menolak keras perceraian yang diinginkan Aruna. Randu keukeuh akan menunggu Aruna sampai kapanku, sampai Aruna mau kembali padanya.