Sinta Dewi Handayani siswi kelas 3 SMP. Dia sedang berjalan pulang dari sekolahnya SSMP Pelita Bangsa. Sinta bersekolah di kompleks sekolah swasta elite yg terdiri dari TK,SD,SMP dan SMA. Dia beruntung dapat bersekolah di sini, karna majikannya menyekolahkan dia di tempat ini.
Benar Sinta adalah anak dari seorang asisten rumah tangga. Ibu Sinta adalah pembantu yg bekerja di rumah tuan Andik Alamsyah, seorang atlit sepakbola nasional Indonesia. Semenjak ayah sinta meninggal, ibu Sinta (Ibu Suryani) harus bekerja menghidupi Sinta. Ibu Suryani terpaksa mendaftar menjadi ART di kediaman tuan Andik. Beruntung ia diterima kerja oleh tuan Andik dan nyonya Sarah Agustine sebagai pembantu. Baeruntungnya mereka di ijinkan tinggal di pafiliun belakang rumah tuan Andik.
Hari itu Rama Satria Alamsyah ada pertandingan futsal di kelasnya, sebagai kegiatan eskul yg di ambilnya. Rama adalah putra pertama tuan Andik. Seperti biasanya Sinta diam diam menonton Rama di pinggir lapangan, memperhatikannya di pinggir lapangan tanpa bicara, tanpa bersorak. Dia hanya memandinginya dari kejauhan.
"Hei lihat anak Smp itu, di kan anak babu di rumah Rama," anak anak mengoloknya.
"Enak banget ya dia, bisa serumah sama Rama dan Raka, dua cowok keren di sekolah kita" timpal yg lain.
"Herannya di selalu membututi Rama" timpal yg lain.
Sinta tersenyum getir tanpa peduli dengan ocehan meteka.Aku sudah terbiasa mendengar semuanya, bisiknya pelan menguatkan dirinya. Dia tidak begitu peduli baginya melihat pujaan hatinya bertanding sudah hal yg mengembirakan.